SuaraJogja.id - Putri Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yakni Alissa Wahid berharap perangkat negara tidak terjerat dalam conflict of interest pada Pemilu 2024. Menurutnya perangkat negara harus bersikap netral dalam pesta demokrasi untuk rakyat ini.
"Dari jaringan GusDurian kita sangat mengharapkan pemilu ini bisa lepas dari potensi-potensi conflict of interest ya. Conflict of interest ini bisa datang dari perangkat negara," kata Alissa dikutip Senin (30/10/2023).
Ia menilai bahwa perangkat negara sangat rentan untuk terjebak dalam pusaran conflict of interest. Padahal pemilu ini merupakan pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sehingga diharapkan perangkat negara bisa bersikap netral selama Pemilu 2024 ini berlangsung. Agar tidak menimbulkan efek buruk bagi demokrasi di Indonesia.
"Terutama ya dari perangkat negara ya karena perangkat negara itu rentan sekali untuk dia [terjebak conflict of interest]. Harusnya mereka netral karena pesta ini pesta rakyat, sehingga butuh perangkat negaranya netral. Nah kita ingin agar perangkat negara ini bisa netral," tegasnya.
Selain itu, kata Alissa, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih bijak. Terlebih dalam menerima informasi yang diterima dari berbagai sumber terkait pemilu nanti.
Putri sulung Gus Dur itu tak ingin pemilu yang berlangsung lima tahun sekali ini justru merusak hubungan antar satu sama lain. Apalagi terhadap orang-orang di sekitarnya sendiri akibat perbedaan pilihan dan lainnya.
"Artinya kalau menerima informasi jangan ditelan mentah-mentah, apalagi kalau ini serangan antar orang. Inget hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita itu hubungan yang berlangsung jangka panjang, sementara pemilu ini hanya untuk lima tahun," tuturnya.
"Jadi ngapain yang hubungan jangka panjang itu rusak hanya karena urusan lima tahunan. Jadi warga bangsa moga-moga ayo kita lebih bijak. Beda pilihan boleh, gapapa, bagus, tapi gak perlu sampai kehilangan persaudaraan," kata dia.
Baca Juga: Kata Sri Mulyani Anggaran Pemilu 2024 Bisa Bengkak Puluhan Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul