SuaraJogja.id - Setelah sekian waktu mengendap, Dosen Fisipol UGM Eric Hiariej yang tersandung kasus pelecehan seksual akhirnya dipecat.
Kakak dari Wamenkumham Eddy Hiariej tersebut pada 2016 terlibat kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswanya di UGM.
Berikut latar belakang Eric Hiariej yang kini sudah dipecat dari UGM.
Pria kelahiran 20 November itu merupakan lulusan S1 dari UGM.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Australian National University.
Di Australia ia mengambil dua program yakni master selama tiga tahun sejak 2001 dan dilanjutkan program doktoral tahun 2005 hingga 2009.
Selesai studi, Eric Hiariej sempat tergabung sebagai peneliti di Institute of International Studies atau ISS di Hubungan Internasional Fisipol UGM.
Saat menjadi Kepala Program Studi Hubungan Internasional Fisipol UGM ia juga sempat terlibat dalam beberapa penelitian.
Pada 2012 ia pernah ditugaskan ke Science Po di Prancis, Malpo University di Swedia serta Freiburg University di Jerman.
Kemudian di tahun 2015 ia juga terlibat di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM dengan konsentrasi Democracy Globalization & Social Movement.
Ia sempat menerbitkan sebuah buku bersama Kristian Stokke bertajuk Politik Kewarganegaraan di Indonesia (2018).
Kasus Pelecehan Seksual 2015
Kasus pelecehan seksual yang melibatkan Eric Hiariej terjadi pada April 2015 silam.
Korbannya merupakan mahasiswi Fisipol UGM yang awalnya meminta bantuan konsultasi mengenai tugas presentasi kuliah.
Seusai bimbingan, mahasiswi tersebut ditawari sebuah proyek oleh Eric. Ia diminta untuk menulis resume jurnal.
Berita Terkait
-
Hadir Dalam Pengukuhan Guru Besar UGM, Ganjar Pranowo Soroti Persoalan BUMN
-
Kasus Pelecehan Seksual Mantan Dosen UGM Eric Hiariej Tak Berlanjut ke Ranah Hukum, Ini Sebabnya
-
Perjalanan Chung Ji Tae, Doktor Asal Korsel yang Lulus dengan IPK 3,84 Memadukan Gamelan Arirang di Pascasarjana UGM
-
Perjalanan Chung Ji Tae, Doktor Asal Korsel yang Lulus dengan IPK 3,84 Memadukan Gamelan Arirang di Pascasarjana UGM
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
-
Dugaan Praktik Penahanan Ijazah Siswa Kembali Muncul, SMAN 2 Jogja Bantah, Inspektorat Investigasi
-
Kadin Sleman Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Diyakini Bangkitkan Mesin Ekonomi Sleman
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib
-
Purna Tugas sebagai Rektor UII, Fathul Wahid Ditetapkan sebagai Rektor Rakyat