Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Jum'at, 17 November 2023 | 14:08 WIB
Mantan Dosen UGM, Eric Hiariej. (Dok.Kementerian ATR)

Ia sempat menerbitkan sebuah buku bersama Kristian Stokke bertajuk Politik Kewarganegaraan di Indonesia (2018). 

Kasus Pelecehan Seksual 2015

Kasus pelecehan seksual yang melibatkan Eric Hiariej terjadi pada April 2015 silam. 

Korbannya merupakan mahasiswi Fisipol UGM yang awalnya meminta bantuan konsultasi mengenai tugas presentasi kuliah.

Baca Juga: Perjalanan Chung Ji Tae, Doktor Asal Korsel yang Lulus dengan IPK 3,84 Memadukan Gamelan Arirang di Pascasarjana UGM

Seusai bimbingan, mahasiswi tersebut ditawari sebuah proyek oleh Eric. Ia diminta untuk menulis resume jurnal.

Dari situ, Eric dan mahasiswi tersebut kerap bertemu di malam hari.

Suatu ketika Eric mengajak sang mahasiswi itu bertemu dengan modus membahas proyek di kantor Pusat Studi di UGM. 

Saat itulah Eric berlaku tidak wajar yang menjurus pelecehan seksual kepada mahasiswinya.

Sang mahasiswi sempat bungkam untuk beberapa lama dengan alasan takut akan memengaruhi studinya. 

Baca Juga: Hasil Penilaian THE WUR 2024, UGM Tempati Peringkat Teratas Kampus di Indonesia dengan Bidang Ilmu Sosial Terbaik

Hingga suatu ketika di tahun 2016 mencuat kasus pelecehan seksual di UGM, dari situ sang mahasiswi tergerak untuk melaporkan tindakan bejat Eric Hiariej ke pihak kampus.

Load More