SuaraJogja.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengungkapkan bahwa keluarga miskin bukan penyebab utama dalam angka stunting di wilayahnya. Kebanyakan kasus justru pola asuh keluarga yang menjadi penyabab anak stunting.
"Kebanyakan stunting ini kan tidak karena miskin, tapi karena pola asuh yang kurang dan dikatakan hampir 90 persen itu memang kebanyakan karena pola asuhnya yang keliru. Ini yang harus kita benarkan," ungkap Cahya ditemui, Senin (20/11/2023).
Dijelaskan Cahya, pola asuh yang keliru dalam hal ini yakni memberikan makanan yang salah. Termasuk dalam pemberian gizi yang tak seimbang atau bahkan tak mencukupi bagi sang anak.
Kebanyakan keluarga tak memperhatikan asupan yang diberikan kepada si buah hati. Akibatnya tumbuh kembangnya menjadi terhambat atau tidak maksimal.
Belum lagi dengan kesenangan anak-anak yang mengonsumsi makanan ringan atau cepat saji. Jika itu dibiarkan maka potensi stunting itu masih akan tetap muncul.
"Pola asuh keliru itu memberikan makanan, anak-anak kalau dikasih nasi, karbohidrat sudah kenyang sudah, padahal gak seperti itu. Itu hanya gemuk. Tapi kalau mau tinggi harus protein, telur, ikan, ayam, itu pasti dia akan naik. Itu pola asuh," ujarnya.
"Karena kebanyakan yang sekarang kan kalau dilepas senangnya makanan yang junk food yang tidak ada protein, gizi dan kalorinya," imbuhnya.
Justru, kata Cahya, beberapa orang tua yang menitipkan anaknya di tempat pengasuhan dapat lebih terjamin. Mengingat tidak sedikit yang sudah mengatur asupan gizi bagi si anak.
"Biasanya kalau sekarang penitipan kan sudah diatur ya gizinya. Mungkin ditangani oleh ART-nya atau simbahnya, ini kadang-kadang perlu secara edukasi simultan, supaya ini bisa dihindari, kalau masih underweight pasti bisa ditingkatkan," terang dia.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Kembangkan ESDS, Kini Deteksi Stunting Bayi Bisa dengan AI
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyatakan angka prevalensi balita stunting di wilayahnya terus menurun. Pada tahun ini angka stunting di Bumi Sembada telah menyentuh 4,51 persen.
Angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan pada tahun lalu. Bahkan capaian pada tahun 2023 ini melebihi target yang telah ditetapkan.
Disampaikan Cahya, angka itu diperboleh berdasarkan hasil survei Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) pada tahun 2023.
"Dari hasil yang kami survei kemarin, saat ini kita turun cukup bagus. Artinya kemarin 2022 kita untuk stunting 6,88 saat ini kita bisa turun 4,51 di 2023," kata Cahya.
Dijabarkan Cahya, survei ini menyasar kepada 55.213 balita di Kabupaten Sleman dengan jumlah terpantau 48.957 balita. Dari sana diketahui masih ada sebanyak 2.208 balita atau 4,51 persen yang mengalami stunting pada 2023 di Sleman.
"Jadi hampir 89-90 persen balita ini bisa dipantau. Iya 10 persenan lah [masih jadi PR]," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Diduga Salah Sasaran, Pelajar Tewas Kena Lemparan Batu di Seyegan Sleman
-
Harga Plastik Melambung, Pameran Jogja Food & Beverage Expo 2026 Jadi Momentum UMKM Cari Alternatif
-
Tak Pandang Bulu, Bos Rokok HS Terima Karyawan Difabel Besar-besaran
-
Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BRI Hadirkan Pemeriksaan Gratis dan Edukasi Gaya Hidup Sehat
-
Pilih Jadi WNI, Musisi Frau dan 3 Anak Berkewarganegaraan Ganda Lainnya Ambil Sumpah di Kemenkum DIY