Tak hanya makan di lokasi, pelanggan juga bisa membeli lauk atau sayur seharga Rp2.000. Harga lauknya sendiri bisa dibeli mulai dari Rp3.000.
"Bedanya sama makanan pinggir jalan itu mungkin dari variasinya ya, kalau di sini itu mungkin lebih banyak varian sayur dan lauknya. Untuk harganya juga mulai dari Rp2.000, untuk sayurnya. Lalu Rp3.000 kalau lauk pauk," ujar Wahyu.
Seakan menginvasi di Kota Jogja, fenomena menjamurnya warteg beberapa waktu belakangan memang menarik perhatian.
Wahyu tak memungkiri saat ini memang warteg dengan nama Kharisma Bahari memiliki cabang yang sangat banyak di Yogyakarta.
Disinggung apakah strategi marketingnya hanya menyasar Kota Pelajar, Wahyu tak mengetahui pasti. Kendati begitu Kota Jogja menjadi ladang usaha yang menjanjikan bagi warga Tegal seperti dirinya.
"Bener sih, memang saat ini cabang Kharisma Bahari itu banyak banget. Tapi kurang tahu kalau di kota lain itu gimana, yang pasti di Jogja ini lagi berkembang banget," ucap Wahyu.
Kontributor: Fristian Setiawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat