SuaraJogja.id - Magis, mungkin salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana malam di studio 1 bioskop Empire XXI Yogyakarta. Sebab kali ini bukan semata soal datang, duduk, diam dan menonton film.
Itu berkat kehadiran Efek Rumah Kaca (ERK). Band yang terbentuk sejak 2001 itu mengisi keheningan studio bioskop malam itu dengan program khusus yang dinamai "Rimpang Dilayarkan dan Dirayakan".
Dalam program itu, ada lima video musik dari lima lagu dari album terbaru ERK, 'Rimpang'. Lima lagu dari album keempat ERK yang rilis Januari lalu itu yakni "Bersemi Sekebun", "Fun Kaya Fun", "Rimpang", "Manifesto", dan "Heroik".
Spesialnya lima video musik itu perdana disaksikan khalayak umum di JAFF 2023 kali ini. Program video musik ini bisa dibilang baru ketika dilakukan di dalam JAFF yang kini sudah berusia 18 tahun.
Tak ingin hanya menyuguhkan lima karya dari lima video musik mereka, ERK yang hadir dengan personel lengkap yakni Cholil Mahmud (vokal, gitar), Poppie Airil (bas, vokal latar), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar), dan Reza Ryan (gitar) juga melantunkan lagu-lagu andalan mereka di dalam sebuah studio bioskop. Pengalaman yang jarang akan dijumpai di dalam sebuah festival film.
"Iya ini pertama kali ya [tampil di festival film] sebenarnya main di bioskop pernah, tapi di festival film baru sekali ini sih ya. Ya semoga mengena di hati banyak yang nonton gitu ya," kata Cholil ditemui seusai acara, Selasa (28/11/2023) malam.
Ruangan bioskop yang tak seberapa luas itu justru membentuk atmosfer tersendiri. Dibuka dengan lantunan "Sondang", "Melankolia" hingga "Putih", para penonton seolah terhipnotis dalam pertunjukan itu. Laiknya hadir dalam sebuah intimate concert.
Seperti tak ingin menggangu studio sebelah yang dimungkinkan masih memutar film, ERK menyuguhkan lagu-lagu pelan mereka. Namun semakin ke belakang, semua semakin tak ragu untuk mengeluarkan energi itu.
"Balerina" menjadi titik saat hampir semua penonton memutuskan untuk bangkit dari kursi empuk bioskop itu. Pinggul mulai digoyangkan, teriakan mulai terdengar hingga puncaknya "Cinta Melulu" semua penonton berdiri bahkan hingga turun ke depan layar mendampingi Cholil untuk bernyanyi bersama.
Baca Juga: Menjelajahi Mitos dan Petualangan Pubertas Remaja Perempuan di Malaysia Lewat Film Tiger Stripes
"Awal-awal mainin setlistnya pelan-pelan, berharap enggak tembus ke [ruang] sebelah, kalau sebelah udah selesai baru yang kenceng-kenceng," ungkap Cholil.
Menurut Cholil, ruangan bioskop sebenarnya memang cocok dengan musik-musik yang dibawakan ERK. Kekhawatiran utamanya hanya tak ingin mengganggu ruang bioskop sebelah, mengingat sound sistem yang digunakan bukan dari bioskop seperti saat memutar film-film pada umumnya.
"Sebenarnya kalau dari tata ruang lebih cocok ya sama musik-musik ERK gitu, sebenarnya banyak yang soundscape. Jadi dengan ada di sini kita mainin yang soundscape awal-awal terus sekaligus yang lebih pelan, karena kita enggak tau sebelah masih ada film kali kan, kasihan kalau terganggu," paparnya.
Namun, kekhawatiran itu sudah diatasi dengan setlist yang dibawakan. Bahkan, kata Cholil, ERK tak menyiapkan setlist khusus untuk pertunjukan malam itu.
Benar memang, tak hanya lagu-lagu dari album "Rimpang" saja yang dibawakan. Melainkan ada lagu dari album sebelumnya, seperti "Sebelah Mata" serta "Desember". Tak terhitung berapa lagu yang mereka bawakan, penonton dihipnotis masuk dalam ruang pertunjukan malam itu.
"Itu sih sebenarnya penyesuainya [setlist dan sound]. Selebihnya ya yaudalah ya kita main tanpa setlist, tergantung orang maunya lagu apa. Ya ada kita yang mainin sendiri tapi kalau orang request ya kita mainin kalau bisa," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY