Andi Ahmad S | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB
Massa aksi yang dipukul mundur oleh kepolisian di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan kericuhan di Malioboro terjadi pada hari Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Kelompok massa tak dikenal menyerang Gedung DPRD DIY menggunakan petasan, kembang api, dan batu tanpa melakukan orasi terlebih dahulu.
  • Aparat kepolisian memukul mundur massa tak dikenal tersebut dari koridor Malioboro hingga menjauh menuju arah Tugu Jogja.

SuaraJogja.id - Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membeberkan kronologi kericuhan yang terjadi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, setelah aksi demonstrasi mahasiswa dan pemuda memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

Menurut Ihsan, aksi penyampaian aspirasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta berlangsung tertib dan damai hingga massa membubarkan diri pada sore hari. Kericuhan justru terjadi setelah sekelompok massa yang belum diketahui identitasnya mendatangi Gedung DPRD DIY.

"Tadi, sekitar jam 17.30 Waktu Indonesia Barat (massa aksi) telah membubarkan diri di Titik Nol Kilometer," kata Ihsan kepada awak media, Rabu malam.

Ia menjelaskan, situasi berubah setelah sekelompok massa bergerak dari arah barat kawasan Malioboro menuju Gedung DPRD DIY dan Jalan Perwakilan.

"Tiba-tiba datang massa kalau tidak salah dari sisi barat ya. Tiba-tiba masuk ke kawasan Malioboro dan memang tujuannya langsung ke Gedung DPRD," jelasnya.

Ihsan menyebut kelompok tersebut tidak menyampaikan orasi terlebih dahulu. Mereka diduga langsung melakukan provokasi dengan melemparkan petasan, kembang api, dan batu ke arah petugas parkir serta personel kepolisian yang berjaga di sekitar gedung DPRD.

"Jadi mereka datang itu tanpa orasi, langsung melakukan provokasi dengan melempar, membunyikan petasan, melempar juga dengan kembang api ke arah petugas parkir, termasuk ke arah DPRD," ungkapnya.

Personel Polda DIY yang bersiaga di Gedung DPRD DIY sempat keluar untuk melerai keributan antara kelompok tersebut dan petugas parkir. Namun, upaya itu justru diwarnai perlawanan.

Menurut Ihsan, kelompok massa tersebut kembali melakukan pelemparan batu, petasan, dan kembang api. Sejumlah barang di sekitar lokasi juga dibakar sehingga situasi semakin memanas.

Baca Juga: Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

"Kemudian terjadi perlawanan dari massa tadi yang tidak dikenal, kemudian anggota mundur ke dalam gedung. Kemudian massa kembali melakukan pelemparan dengan batu, termasuk tadi petasan dan kembang api," tuturnya.

Polda DIY menduga kelompok tersebut memanfaatkan situasi setelah aksi mahasiswa berakhir untuk memicu kerusuhan di kawasan Malioboro. Ihsan juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang menyusup di tengah massa aksi mahasiswa.

"Jadi untuk menyusup di mahasiswa mungkin juga ada, tapi sebagian besar tiba-tiba datang dari arah barat ya, arah barat, dan memang tujuannya langsung ke Gedung DPRD," tandasnya.

Untuk mengendalikan situasi, aparat kepolisian kemudian dikerahkan guna memukul mundur kelompok tersebut dari koridor Malioboro. Massa didorong menjauh dari kawasan itu hingga menuju Tugu Jogja.

Load More