SuaraJogja.id - Beredar informasi bahwa ulama kharismatik, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha bakal memberikan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN).
Sinyal dukungan tersebut sebelumnya disampaikan oleh sang kakak, Nasirul Mahasin. Diketahui Gus Mahasin merupakan Co-captain Tim Nasional (Timnas) Pemenangan AMIN.
Namun ketika dikonfirmasi Gus Baha memilih untuk bungkam memberikan komentar lebih lanjut terkait dukungan terhadap salah paslon pada Pilpres mendatang. Hal ini ditunjukkan Gus Baha usai mengisi acara Ngaji Bareng dengan tajuk Meneladani Khazanah Tafsir Al-Qur'an di Indonesia di Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang 14,5, Sleman, Senin (4/12/2023).
Saat ditanya mengenai arah dukungannya, Gus Baha yang tanpa mengucap sepatah kata pun hanya merespons dengan senyum serta melambaikan tangan saja. Ia langsung menuju mobil yang sudah disiapkan untuk menjemputnya.
Awak media tak bisa mendekat lebih jauh usai pengawalan ketat yang dilakukan terhadap Gus Baha. Ditambah dengan ratusan mahasiswa yang berlomba untuk mendekat untuk bersalaman dan berfoto dengan ulama asal Rembang, Jawa Tengah itu.
Sebelumnya Gus Baha sempat menyoroti tren kiai yang mulai ikut berpolitik. Pandangan itu disampaikan Gus Baha dalam unggahan akun TikTok @ngajigusbaha4 beberapa waktu lalu.
Menurutnya, orang Islam terkhusus kiai tidak mempersoalkan mereka terlibat politik. Sebab kata Gus Baha, sejak zaman dulu tanpa disadari banyak tokoh agama yang sukses menyebarkan ajaran agama Islam karena kuat secara politik.
Sehingga berkat jasa mereka, Indonesia jadi negara yang berpedoman kuat pada aturan-aturan agama.
"Andaikan nggak ada orang Islam yang cakap politik. Terutama yang saleh-saleh. Kemudian negara bikin aturan ala mereka, salat dan pengajian dianggap larangan repot," kata Gus Baha dikutip akun TikTok @ngajigusbaha4.
Baca Juga: Kecewa dengan Pilihan Elite, Laskar PPP Jogja Membelot ke AMIN
"Makanya dari dulu kiai-kiai itu berpolitik, karena nggak ingin negara ini diatur orang yang anti salat dan agama," tambahnya.
Jika orang-orang saleh terutama kiai tidak ikutan berpolitik, Gus Baha meyakini maksiat-maksiat tidak dianggap ilegal dan pengajian justru yang akan dianggap ilegal.
Gus Baha sangat bersyukur sejak sebelum dan setelah kemerdekaan. Tokoh agama terutama kiai yang terlibat berpolitik cukup konsisten menegakkan aturan yang berpedoman pada agama.
"Berkahnya negara ini berkonstitusi secara Islam. Meskipun tidak negara Islam," jelasnya.
Dengan begitu, Gus Baha mendorong orang-orang Islam untuk tidak anti politik. Karena dampaknya sangat besar bisa menentukan kebijakkan negara.
"Hak asasi manusia, hak belajar, hak beragama, hak ibadah terjaga. Coba bayangkan kalau kita jadi negara Korea Utara kan pusing," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
-
Unik! Malioboro Turunkan Tokoh 'Edan-edanan' untuk Tertibkan Perokok Bandel secara Humanis
-
BRI Sediakan Kemudahan dalam Menerima dan Mengelola Kiriman Dana untuk Keluarga PMI
-
Ekonom UGM Wanti-wanti: Jangan Sampai WFH Demi Hemat BBM 'Bunuh' Warung dan Ojol
-
Waspada Campak Mengintai di Musim Liburan: Kenali Gejala, Komplikasi, dan Pentingnya Vaksinasi!