SuaraJogja.id - Ibis Styles Yogyakarta melakukan kegiatan solidaritas pada Selasa (12/12/2023). Dalam rangka Solidarity Week 2023, hotel ini membagikan sembako bersama paguyuban becak.
"Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar segala sektor ekonomi di sekitaran hotel tetap berjalan beriringan dan mendapat support yang baik, terutama dari paguyuban becak," ungkap Intania Arisanti, Marketing Communication Ibis Styles Yogyakarta.
Solidarity Week merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh semua hotel ACCOR di seluruh dunia bersama karyawan atau heartist guna menyebarkan pesan kemanusiaan dan solidaritas melalui kegiatan positif yang berdampak bagi masyarakat. Solidarity Week tahun ini diadakan pada 11-17 Desember 2023.
General Manager ibis Styles Yogyakarta, Benny Wijaya berharap, kegiatan rutin ini akan mempererat hubungan baik antara elemen masyarakat dengan industri perhotelan dan sektor pariwisata lain ke depannya.
"Harapannya, bahan sembako yang diberikan untuk paguyuban becak dapat memberikan kebahagiaan bagi keluarga dalam menyambut tahun baru," ujarnya.
Para anggota paguyuban becak pun sangat berterima kasih atas sembako yang diberikan. Ke depannya, kegiatan berbagi ini diharapkan dapat terus meningkatkan solidaritas dan berdampak positif bagi kedua pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan