SuaraJogja.id - Polda DIY mencatat ada peningkatan cukup banyak terkait penggunaan layanan 110 selama tahun 2023. Namun panggilan yang masuk ke 110 itu ternyata masih didominasi oleh panggilan tidak dapat dipertanggungjawabkan atau prank.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan menuturkan pada tahun 2022 penggunaan layanan 110 sebanyak 13.473 kali. Dengan rincian panggilan tidak dapat dipertanggungjawabkan 12.909 kali, informasi 441 kali dan pengaduan 124 kali.
Sementara pada tahun 2023 penggunaan layanan 110 sebanyak 30.278 kali. Dengan dominasi masih panggilan tak dapat dipertanggungjawabkan atau prank.
"Layanan 110 ini untuk Polda Jogja adalah Polda terbaik yang merespon seluruh jawaban telepon 110. Namun dari penggunaan ini, dari 30 ribu ini, 245 itu menyampaikan informasi, 315 kali itu berupa pengaduan, permintaan pertolongan 2 kali, tapi yang tidak dapat dipertonjolkan kalau istilah sekarang prank itu ada 29.707 kali," kata Suwondo saat jumpa pers akhir tahun, Kamis (28/12/2023).
Baca Juga: Ade Armando Dilaporkan ke Polisi Lagi Buntut Singgung Politik Dinasti DIY, Kini oleh Paman Usman
Disampaikan Suwondo, angka itu dihitung memang dari seluruh panggilan yang masuk ke nomor layanan 110. Tidak hanya Polda DIY tapi juga di semua jajaran Polres maupun Polresta.
"Jadi atas arahan Pak Karo Ops kepada seluruh jajaran setiap kring angkat, setiap kring angkat. Mau kring tutup angkat, kring tutup angkat, mau seribu kali krang kring krang kring angkat," ujarnya.
Hal itu untuk menanamkan perilaku yang responsif bagi seluruh personel. Agar tidak kemudian menyepelekan setiap panggilan dari masyarakat yang masuk.
"Mereka tidak boleh mempunyai pikiran seperti itu. Itu yang diharamkan (menyepelekan). Jadi kring tutup, ada juga 'pak polisi selamat malam' tutup udah, tapi alhamdulillah puji Tuhan tidak pernah ada yang menghujat, itu menunjukkan orang Jogja punya kesantunan," ungkapnya.
Suwondo menyebut tak jarang memang anak kecil yang melakukan panggilan prank tersebut. Namun justru ia menanggapi positif hal tersebut, berarti bahwa anak-anak sudah memiliki kesadaran tentang layanan 110 dari kepolisian itu.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Jogja Istimewa Laporkan Ade Armando ke Polda DIY Terkait Ujaran Kebencian
Selanjutnya akan dibarengi dengan peningkatan sistem pelayanan oleh Polda DIY dan seluruh jajaran. Ia justru menyoroti belum adanya komplain yang masuk terkait layanan 110 tersebut.
Berita Terkait
-
Ratusan Ribu Panggilan Darurat 112 Diterima BPBD DKI: Ternyata Cuma Orang Iseng Call Prank!
-
Jejak Digital Baim Wong Pecahkan Telur di Wajah Anak Bikin Geram, Ini Deretan Bahayanya Menurut Ahli
-
Video Parodi Rocky Gerung Jalan-jalan ke IKN: Ini Kota atau Prank Nasional?
-
Diprank Al Ghazali Mau Minta Cincin Tunangan Balik untuk Dijual, Reaksi Alyssa Daguise Tuai Pujian
-
Bisa Buat Prank, Ini Cara Pakai Fitur Inframerah di HP Xiaomi
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir