SuaraJogja.id - Kekinian artis senior Nirina Zubir mengumumkan mundur untuk tak mendukung paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hal ini menyusul belum adanya komitmen yang ditunjukkan oleh para paslon dalam memberantas mafia tanah.
Belum lagi, masalah mafia tanah yang menimpanya belum terselesaikan secara tuntas hingga sekarang. Hal itu disampaikan Nirina secara terbuka melalui unggahan permohonan maaf Instagram pribadinya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni mengatakan bahwa keputusan itu sepenuhnya merupakan hak Nirina Zubir sebagai warga negara.
"Pertama itu tentu hak mbak Nirina mau mendukung atau tidak mendukung itu adalah hak konstitusional mbak Nirina Zubir," kata Raja Juli saat ditemui di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Minggu (14/1/2024).
Pada kesempatan ini pria yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini, menyatakan bahwa paslon nomor urut 2 memiliki komitmen untuk memberantas mafia tanah. Terlebih dengan narasi keberlanjutan pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusung.
Disampaikan Raja Juli, beberapa program yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi untuk memberantas mafia tanah di Indonesia akan turut dilanjutkan. Salah satunya program sertifikasi tanah yang sudah berlangsung hingga saat ini.
"Program sertifikasi tanah yang dilakukan oleh Pak Jokowi melalui program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap [PTSL] itu bagian dari upaya kita memberantas mafia tanah, karena mafia tanah itu biasanya bergerak di area-area yang enggak jelas kepemilikannya," paparnya.
Program itu dinilai efektif untuk semakin mempersempit ruang gerak para mafia tanah. Pasalnya hingga sekarang sudah ada 110 juta bidang tanah yang terdaftar atau dilakukan sertifikasi.
"Sekarang masif kita melakukan program itu. Nah ruang gerak mafia tanah semakin kecil karena tidak ada lagi tanah yang ada gap dan overlap. Nah itu bagian dari upaya kita melakukan pemberantasan mafia tanah," ucap Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) itu.
Baca Juga: Tak Bahas Permintaan Maaf Saat Bertemu Sultan, Kaesang Pangarep Borong Batik di Pasar Beringharjo
Hal itu yang membuat Prabowo-Gibran akan melanjutkan program terkait dengan pemberantasan mafia tanah tersebut.
"Ya saya kira memang Pak Prabowo sudah sejak awal dengan Mas Gibran kan ingin melanjutkan program Pak Jokowi. Jadi nanti insya allah tinggal sekitar 6 juta bidang lagi yang akan diteruskan oleh Pak Prabowo atau Gibran apabila [terpilih]," imbuhnya.
Kendati tak bisa merinci terkait prosentase tanah yang berhasil diselamatkan dari program tersebut. Raja Juli meyakini program itu sudah memberikan perubahan yang cukup signifikan.
"Ya saya enggak tahu prosentasenya ya tapi bahwa ada perubahan kebijakan yang luar biasa di tangan Pak Jokowi untuk pendaftaran tanah ini," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru