SuaraJogja.id - Ulah dua oknum guru salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri Kapanewon (Kecamatan) Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul ini memang kebangetan. Mereka kedapatan berbuat mesum di ruang guru saat jam pelajaran ekstra kurikuler berlangsung.
Mirisnya, ulah tak senonoh dua orang guru ini dipergoki oleh beberapa orang siswanya. Tentu saja, aksi ini membuat para orangtua siswa geram dan menuntut agar keduanya dipecat. Sampai saat ini, kabar tersebut masih menjadi perbincangan di Tanjungsari.
Informasi yang berhasil dihimpun aksi tak senonoh tersebut terjadi Selasa 16 Januari 2024 lalu sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu tengah diadakan kegiatan pelajaran tambahan yaitu belajar karawitan. Para siswa kelas 5 SD tersebut mendapat giliran belajar dengan guru pendamping.
Saat jam pelajaran ekstra kurikuler tersebut berlangsung tiba-tiba hujan datang. Para siswa khawatir nanti hujannya bertambah deras kemudian meminta kepada guru pengampu untuk menghentikan ekstrakurikuler karena ingin pulang.
Baca Juga: Kampanye ke Gunungkidul, Ganjar Pranowo kembali Nginap di Rumah Warga
Karena tak memiliki nomor para orangtua siswa, guru tersebut kemudian meminta kepada beberapa orang siswa untuk mendatangi wali kelas 5, B atau akrab dipanggil N yang berada di ruang guru.
Para siswa ini mendatangi B karena ingin meminta agar memberitahukan kepada orangtua masing-masing untuk dijemput melalui nomor telepon masing-masing orangtua. Tiga orang siswa mendatangi ruang guru dan terlihat pintu ruang guru masih terbuka.
Ketiganya mengetok pintu ruang guru dan mengucap salam namun tidak ada jawaban dari dalam ruangan. Karena ada jawaban maka salah seorang siswa memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan. Namun siswa tersebut terkejut melihat kedua guru B dan E sedang berbuat tidak senonoh dan tanpa baju.
Melihat peristiwa tersebut, para siswa ini langsung berlari keluar namun guru laki-laki mengejar mereka dan meminta kepada para siswa untuk tidak menceritakan peristiwa ini kepada orang lain. E juga mengancam siswa jika sampai peristiwa tersebut diketahui orang lain.
Sekira pukul 15.45 WIB, para Siswa akhirnya dijemput oleh orangtuanya, dan dalam perjalanan menceritakan apa yang dia lihat tersebut kepada orangtuanya. Hingga akhirnya para orangtua dan komite sekolah protes ke pihak sekolah. Mereka kemudian mendatangi sekolah untuk meminta agar keduanya diberi sanksi.
Kepala Sekolah SDN di Tanjungsari tempat peristiwa terjadi, JAN mengakui adanya peristiwa tersebut. Peristiwa itu sendiri sama dengan informasi yang beredar di luar. Dan kini kasus tersebut telah sampai ke tangan Dinas Pendidikan Gunungkidul.
Pihaknya sudah melaporkan peristiwa ini ke Dinas Pendidikan dan meminta lembaganya bernaung untuk segera memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Dirinya bakal bekerjasama dan menyampaikan apa yang terjadi sesuai dengan fakta yang ada.
"Memang benar, tetapi kejadian persisnya seperti apa saya tidak tahu. Hanya mendapat laporan dari komite sekolah dan wali murid Jumat lalu. Sudah kami laporkan ke Dinas dan sudah ditindaklanjuti," tutur dia dikutip Kamis (25/1/2024)
Usai dilaporkan ke Disdik Gunungkidul, sesuai kesepakatan dengan komite sekolah maka kedua oknum guru tersebut dinonaktifkan sementara.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Tofik Aminudin mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah dengan melakukan pemanggilan terhadap dua orang guru yang berbuat mesum tersebut. untuk keputusannya semuanya diserahkan kepada Bupati Gunungkidul, Sunaryanto.
"Keduanya adalah P3K dan Sudah tindak lanjuti dengan pemeriksaan. Hasilnya kita serahkan kepada pak bupati," tambahnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
TPG Lebaran Tertunda? Ini Langkah Cepat Agar Tunjangan Cair April 2025!
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
-
Cara Mengatasi Kode 07, 13 dan 16 Pada Info GTK Agar TPG Triwulan I Guru Segera Cair
-
Soroti Guru Minta Hadiah Pensiun ke Siswa, Mendikdasmen: Tradisi yang Melanggar Hukum
-
Usai Lebaran, Prabowo Cari Guru Sekolah Rakyat! Begini Mekanismenya
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo