SuaraJogja.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman masih berkoordinasi terkait tindak lanjut kasus wanprestasi pengadaan konsumsi saat pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Sleman. Hingga saat ini konsultasi dengan beberapa pihak masih terus dilakukan.
Sekretaris KPU Sleman Yuyud Futrama menuturkan sudah ada pihak Kejati DIY yang datang untuk melakukan pendampingan dan klarifikasi. Namun pihaknya masih enggan untuk tergesa-gesa dalam memutuskan langkah ke depan.
"Jadi tadi dari Kajati DIY beserta rombongan tadi juga melakukan audiensi ke KPU Sleman, saya temui langsung dan beliau di samping menginvestigasi awal juga memberikan arahan-arahan," kata Yuyud saat dihubungi wartawan, Senin (29/1/2024).
Dalam kesempatan ini, diungkapkan Yuyud, secara finansial KPU Sleman sendiri memang belum mengalami kerugian. Mengingat pihak KPU Sleman belum mengeluarkan uang dalam persoalan ini.
Baca Juga: Viral Konsumsi Tak Pantas Saat Pelantikan KPPS, KPU Sleman Sebut Vendor Wanprestasi
"Sebenarnya kami informasikan, ini sangat penting, bahwa secara finansial KPU Sleman belum mengeluarkan sepeser pun uang kepada vendor. Jadi KPU Sleman belum merasakan kerugian negara," ujarnya.
Kendati demikian, ia tak memungkiri KPU Sleman sudah terdampak secara psikis atau moril. Termasuk membawa nama baik KPU RI yang kemudian dinilai martabatnya jatuh di mata masyarakat akibat persoalan ini.
"Namun kan secara psikis moril KPU Sleman martabatnya jadi turun membawa nama baik KPU RI tentunya juga menjadi jatuh di depan masyarakat Indonesia," tuturnya.
"Jadi kalaupun akan menempuh tuntutan, bahasanya bukan hukum tapi intinya kami untuk menempuh langkah yang sesuai ketentuan akan kami lakukan konsultasi dan koordinasi dulu dengan berbagai pihak terutama inspektorat KPU RI," imbuhnya.
Yuyud menegaskan masih akan menunggu arahan dari pimpinan untuk melangkah. Pihaknya tak ingin gegabah dalam menentukan keputusan ke depan.
Baca Juga: Viral Konsumsi Tak Layak saat Pelantikan KPPS, KPU Sleman Berikan Penjelasan
"Jadi kami tetap saat ini sambil menunggu arahan pimpinan dan fokus pada tahapan bimtek KPPS yang saat ini masih berlangsung. Tentu kami belum berani gegabah untuk menuju ke arah itu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
-
Siapa Fajar Alfian? Tulis Komentar Body Shaming ke Ibu-ibu yang Orasi di KPU
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan