Ketua Dewan Guru Besar UGM periode 2018-2021, Prof Koentjoro. [Suara.com/Putu Ayu P]
Prof Koentjoro mengungkapkan tidak ada teror lain lagi. Dia mengaku tidak ingin siapa yang menerornya. Ia pun mengamini jika aksi teror tersebut kemungkinan berkaitan dengan petisi bersama civitas akademika UGM Rabu (15/3/2024) kemarin serta petisi lain yang ia deklarasikan.
Berkaitan dengan teror tersebut dirinya sudah Memberitahukan apa yang dialaminya kepada ketua Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban. (LPSK).
Prof Koentjoro juga mengaku tidak gentar dengan teror tersebut. Ia juga tak bakal merubah apapun yang telah menjadi sikapnya selama ini. Dia tetap bakal berjuang menjadi penyeimbang pemerintah jika memang sudah banyak penyimpangan.
"Saya enggak terpengaruh jadi tidak nenandakan apa-apa, " katanya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini
-
Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan
-
Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains
-
Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!
-
Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat