SuaraJogja.id - Pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman mulai terlihat pada H+2 Lebaran kemarin. Salah satunya seperti kunjungan yang meningkat pada atraksi wisata andalan jip di lereng Gunung Merapi.
"Mulai Lebaran pertama, kedua naik, ketiga udah mulai ramai," kata Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Dardiri dikonfirmasi, Sabtu (13/4/2024).
Disampaikan Dardiri, pada kemarin pagi saja setidaknya sudah ada 700 armada jip yang beroperasi melayani wisatawan. Dengan asumsi satu jip berisikan empat orang penumpang maka total sudah ada 2.800 wisatawan yang menikmati atraksi tersebut.
Kondisi ini disambut baik oleh para armada jip di lereng Merapi. Pasalnya selama puasa atau Ramadan kemarin kunjungan wisatawan relatif sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Saya kira hari ini akan ramai, karena walaupun kemarin hujan minat wisatawan juga masih tinggi. Cuma mulai kelihatan [meningkat] pagi ini yang signifikan ramai," tuturnya.
Dardiri menargetkan setidaknya kunjungan wisatawan dapat menembus angka 15.000 per hari. Pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai pada sisa libur Lebaran kali ini.
Pasalnya pada periode libur Lebaran sebelumnya, angka tersebut selalu tercapai. Apalagi ia menilai masih ada banyak wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Jogja khususnya ke Sleman.
"Kita melihat tahun-tahun sebelumnya target kita pasti terlampaui semua. Mudah-mudahan ini nanti cuaca mendukung jadi nanti masih banyak," ucapnya.
"Karena saat ini masih banyak plat luar semua. Biasanya kalau ke Jogja itu kalau belum lava tour naik jip Merapi atau Malioboro itu belum sah," imbuhnya.
Baca Juga: Ingin Berwisata ke Tebing Breksi? Tetap Patuhi Imbauan Petugas Agar Aman dan Nyaman
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari
-
Jogja Mulai Kembangkan KKMP, Wamira Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Warga dan Penekan Harga Pokok
-
Edwin Hadirkan Horor Industrial, 'Monster Pabrik Rambut' Jadi Cermin Budaya Kerja Berlebihan
-
Stok Sapi Kurban di Sleman Ternyata Minus 5.381 Ekor, Warga yang Mau Kurban Harus Bagaimana?
-
Mahasiswa di Jogja Diam-diam Racik Tembakau Gorila dari Rumah Selama 2 Tahun