SuaraJogja.id - Koalisi Pegiat HAM dan Anti Korupsi Yogyakarta (KPH Aksi Yogyakarta) melaporkan Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Dalam Negeri (kemendagri), Gubernur DIY dan Ombudsman DIY. Singgih dianggap melakukan kampanye terselubung untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024.
Koordinator KPH Aksi Yogyakarta, Tri Wahyu saat mengirimkan surat laporan di Kantor Gubernur, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (29/04/2024) menyatakan, mereka kaget Singgih Raharjo mengambil formulir pencalonan Walikota Jogja dalam Pilkada 2024 dari parpol tertentu di Yogyakarta.
"Saat ditanya wartawan, dia menyebut ada timnya dengan berkata ya mengko tak cek ke timku ya. Kami khawatir dia sudah bikin tim pemenangan atau timses, tentu kami kaget sekali atas situasi itu dan kami pandang bahwa sebagai ASN (aparatur sipil negara-red), singgih berperilaku partisan dan punya motor politik praktis," paparnya.
Tak hanya maju pilkada, menurut Tri Wahyu, dari pantauan mereka di lapangan, Singgih menggunakan fasilitas Pemkot Yogyakarta untuk membranding dirinya. Sebut saja dalam iklan layanan masyarakat (ILM) Pemkot Yogyakarta diisi foto besar Singgih di sejumlah titik seperti Perempatan Mirota Kampus, Amongrogo dan Stasiun Lempuyang.
Iklan selamat datang untuk pemudik di Yogyakarta tersebut hingga saat ini masih terpasang dan tidak dicopot. Pada masa libur lebaran dan arus balik pemudik sudah selesai.
Tindakan Singgih yang partisan dan punya motif politik praktis tersebut dinilai tidak sesuai dengan Asas Umum Pemerintahan Yang Baik sebagai diatur dalam UU 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Padahal tindakan para penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami juga menemukan beberapa titik strategis dmn singgih membuat iklan layanan masyarakat di GOR Amongrogo, kedua di pertigaan stasiun lempuyangan dan penempatan mirota kampus itu bukan dana pribadi dan kami duga dr anggaran pemkot Jogja," ungkapnya.
Karenanya mereka mendesak Gubernur DIY untuk menugaskan Singgih mencopot semua iklan layanan masyarakat yang bernuansa iklan pengenalan dirinya jelang Pilkada kota Yogyakarta 2024. Selain itu menyelidiki tim sukses yang dimaksud Singgih.
Baca Juga: Lima dari Enam Nama Sudah Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Wali Kota Jogja Lewat Partai Golkar
"Ini untuk mengantisipasi andaikata ada ASN lain yang terlibat dalam agenda politik praktis saudara Singgih Raharjo," ungkapnya.
Kampanye terselebung Singgih, lanjut Tri Wahyu juga terlihat di sosial media (sosmed) Pemkot Yogyakarta. Dalam acara nonton bareng (nobar) semifinal timnas U-23 dalam Piala Asia U-23, foto Singgih terpampang besar dalam poster nobar di Instagram Pemkot Yogyakarta.
Hal ini berbeda dari poster yang diunggah Pemda DIY di sosmed Instagram. Poster nobar Humas Pemda DIY bersih dari kampanye.
"Nanti malam dia juga gelar nobar timnas, dari poster yang dicetak wajah dia paling besar STY (pelatih timnas-red) gak ada. Tentu ini beda dengan poster yang dicetak pemda diy yang juga gelar nobar. Semuanya di poster hanya pemain timnas, gak ada poster pejabat publik," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi
-
BRI Umumkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar Sesuai Ketentuan OJK
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul