SuaraJogja.id - Proses pengadaan lahan untuk proyek jalan tol Jogja-YIA terus berjalan. Untuk warga terdampak di Kalurahan Tirtoadi, prosesnya sudah dimulai pada tahapan musyawarah.
"Kemarin sudah musyawarah, musyawarah hasil appraisal," kata Carik Tirtoadi, Muh. Ridwan kepada wartawan, Kamis (6/6/2024).
Di Kalurahan Tirtoadi sendiri dua padukuhan yang dipastikan terdampak pembangunan Tol Jogja-YIA. Dua padukuhan tersebut adalah padukuhan Rajek Lor dan Rajek Ngemplak.
Setidaknya ada lebih kurang 160an bidang lahan milik warga yang terdampak dari dua padukuhan tersebut. Tahap appraisal dan musyawarah dengan warga terkait pembebasan lahan terdampak pun sudah dilakukan.
Kendati belum dapat memastikan secara rinci namun, Ridwan menyebut kisaran nilai ganti rugi yang diterima warga terdampak sudah muncul. Nilai ganti rugi itu nanti berkisar pada angka Rp3-4,3 juta per meter persegi.
"Kayaknya [perkiraan] paling tinggi sekitar Rp4,3 juta. Terendah Rp3 jutaan. Tapi saya belum tahu semuanya lho, karena kan saya enggak ngerti satu per satunya," ungkapnya.
Di daerah Tirtoadi, kata Ridwan, jalan Tol Jogja-YIA akan melintasi mayoritas kawasan permukiman warga. Hal itu membuat permukiman akan lebih banyak terdampak dibandingkan dengan lahan pertanian warga.
"Lahan terdampak di Tirtoadi ini, untuk jalan tol Jogja - Bandara [YIA] lebih banyak pemukiman. Ada sawah tapi sebagian tanah kas desa," tuturnya.
Kalurahan Tirtoadi sendiri akan menjadi junction trase jalan bebas hambatan tersebut. Setelah musyawarah ini, tahapan selanjutnya lantas menunggu validasi serta persetujuan dari Lembaga Management Aset Negara (LMAN).
Baca Juga: Proyek Tol Segera Masuk Area Ring Road, Dishub Sleman Beberkan Potensi Dua Ruas Jalan Terdampak
Jika sudah ada persetujuan itu maka proses pencairan ganti rugi baru akan dilakukan. Hingga kini belum ada kepastian kapan agenda pencarian tersebut bakal diselenggarakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi