Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 11 Juni 2024 | 22:25 WIB
Kick off optimalisasi lahan tidur di Gamplong IV, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Selasa (11/6/2024). [Hiskia Andika/Suarajogja.id]

Secara teknis dengan modernisasi alat pertanian itu, hasil panen bisa mencapai kurang lebih 5,5-6 ton per hekatre. Dengan harapan jumlah panenan pun dapat ditingkatkan mencapai dua kali panen.

"Kita harus mencari sumber air dimana titik-titiknya, dengan adanya sumber air ini diharapkan nanti ada kehidupan, dari air itu sendiri," ujarnya.

Tak hanya menggarap lahan tidur, modernisasi alat pertanian pun terus didorong oleh Pemkab Sleman. Selain lebih efisien dan efektif, modernisasi alat pertanian ini diharapkan semakin meningkatkan minat bertani generasi milenial.

"Lebih-lebih petani senior di Sleman sudah sepuh-sepuh dan yang junior kurang minat dengan menanam zaman manual dulu. Ini dengan alat modern kita mengharapkan petani milenial bisa tumbuh menjadi petani petani yang mempertahankan pertanian di Kabupaten Sleman," terangnya.

Baca Juga: 3 Sapi Sleman Bersaing Rebut Hati Jokowi untuk Jadi Kurban Presiden

Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi, menuturkan kepolisian memiliki tugas untuk mengorkestra instansi-instansi terkait agar dapat selaras melaksanakan optimalisasi lahan ini. Sehingga ke depan nanti dapat memberi dampak pada ketahanan pangan khususnya di Sleman.

"Untuk lahan tidur yang kita akan manfaatkan terutama di Moyudan ini berdasarkan dari data 28 hektare, tahap awal ada 9,7 hektare," ujar Ardi.

Load More