SuaraJogja.id - Pilkada di lima kabupaten/kota belum juga mulai. Namun masalah sudah muncul di tingkat Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (pantarlih).
Bawaslu DIY menyatakan, proses pencocokan dan penelitian (coklit) dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal. Sebab beban kerja pantarlih saat ini sudah berlebihan.
"Kalau proses coklit tidak maksimal maka akan banyak pemilih potensial [pilkada] yang terlewat atau tidak terdata," papar Kepala Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY, Ummi Illiyana dikutip Selasa (2/7/2024).
Ummi mencontohkan, selama kurang lebih seminggu mendampingi Pantarlih sejak 24 Juni 2024 lalu, ada petugas pantarlih di Turi, Sleman yang harus menangani 432 lebih pemilih. Padahal proses coklit hanya berlangsung selama sebulan kedepan.
Dalam artian selama masa kerja sebulan, minimal pantarlih dalam satu hari harus melakukan coklit di 15 rumahi. Dia khawatir para petugas tidak akan mampu mendata jumlah pemilih yang cukup besar tersebut.
"15 rumah itupun jika yang punya rumah ada, makanya itu cukup berat kami lihat beban kerjanya. Karena satu pantarlih harus menangani 400-an rumah yang di Turi, Sleman," sebutnya.
Persoalan itu, lanjut Ummi akan membuat potensi pemilih atau rumah tidak didatangi pantarlih luput dari pendataan cukup besar. Belum lagi persoalan lain yang harus dihadapi petugas selama di lapangan.
Bawaslu sendiri hingga saat ini masih mengumpulkan temuan lainnya di lapangan. Hal itu dilakukan untuk memberikan rekomendasi kepada KPU setempat agar proses coklit berjalan lebih maksimal.
"Jadi nanti kami akan melihat dan review dua minggu, selanjutnya bagaimana perkembangannya di lapangan baru kami akan koordinasi dengan KPU,"jelasnya.
Baca Juga: KPU Bantul Fokuskan Coklit Pemilih kepada Para Tokoh di Minggu Pertama
Sebelumnya Anggota KPU DIY, Sri Surani mengungkapkan, jumlah pantarlih di masing-masing kabupaten kota berbeda-beda. Namun sesuai dengan aturan terbaru, pemilih di satu TPS maksimal berjumlah 600 orang.
"Jadi TPS yang punya jumlah pemilih lebih dari 400 orang akan dicover dengan dua orang pantarlih," kata dia.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan
-
Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan
-
Dari Pelosok hingga Perkotaan, BRI Perkuat Akses Keuangan untuk Masyarakat Indonesia
-
Siapa Sajakah yang Bisa Mendapatkan Penawaran BRI Multiguna Pre-Approved?
-
Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah