SuaraJogja.id - Sat Reskrim Polres Gunungkidul menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap seorang nenek bernama Rajinah (80) dengan tersangka S (59), Rabu (24/7/2024). Terungkap jika pelaku tak hanya membekap korban namun juga memukulnya dengan kayu meski sudah tidak berdaya.
Diketahui sebelumnya kasus pembunuhan dilakukan oleh S terhadap seorang nenek di Padukuhan Gunungdowo, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul pada November 2023 lalu. Pelaku S akhirnya berhasil ditangkap oleh jajaran kepolisian pada 20 Juni 2024.
Ratusan warga menyaksikan gelaran rekonstruksi di kediaman mbah Rajinah ini. Warga penasaran dan awalnya tak menyangka jika pelaku pembunuhan adalah S yang selama ini diberi tempat cuma-cuma untuk tinggal di padukuhan tersebut.
Rekonstruksi dimulai ketika pelaku melintas di depan rumah tetangga Rajinah. Saat itu tersangka mengaku mendengar obrolan antara korban dengan tetangganya yang mengaku kehilangan ayamnya. Dalam obrolan itu, pelaku mendengar korban menuduh dirinya yang melakukannya.
"Jadi saat itu melintas di dekat rumahnya saat hendak ke kediaman kakaknya dengar obrolan korban," tutur Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ahmad Mirza di sela rekonstruksi, Rabu.
Beberapa saat sebelum pembunuhan, pelaku hanya lewat hendak ke rumah kakaknya dan melihat rumah korban. Timbul niatnya untuk menghabisi korban karena sakit hati dituduh telah mencuri ayam milik korban. Korban dendam dengan perkataan tersebut.
Korban sempat terdiam sebentar di kebun belakang rumah korban karena bimbang dengan rencana tersebut. Setelah 10 menit kemudian, pelaku akhirnya membulatkan niatnya dan mendatangi rumah korban. Sembari membawa senter, pelaku berupaya membuka pintu belakang rumah korban.
Karena tidak bisa membuka pintu, pelaku kemudian ke kandang milik korban untuk mencari alat untuk membuka pintu. Pelaku menemukan 'Gathul' (alat untuk membersihkan rumput). Pelaku kemudian membuka paksa pintu rumah belakang korban.
"Pelaku kemudian berjalan menuju ke kamar dan mendapati korban tengah tertidur," tambahnya.
Baca Juga: Mobil Pelat Merah Sarat Penumpang Terguling Dua Kali Usai Gagal Dahului Truk di Jalan Wonosari
Pelaku kemudian membekap korban dengan bantal hingga lemas. Setelah itu, pelaku keluar rumah mencari kayu bakar di kandang milik korban. Pelaku kemudian membawa kayu sebesar lengannya dan memukulkan ke kepala korban beberapa kali.
Usai itu pelaku mengambil perhiasan korban yang kebetulan ada surat-suratnya. Pelaku kemudian memesan ojek dengan untuk melarikan diri. Pelaku menjual perhiasan korban dan hasilnya untuk melarikan diri ke asalnya di Kulon Progo.
"Pelaku terdeteksi yang melakukan pembunuhan ketika kami mendatangi di Kulon Progo untuk memeriksanya sebagai saksi. Ketika kami tiba, pelaku langsung meminta maaf dan mengakui perbuatannya. Padahal sedianya kami datang hanya untuk memeriksa sebagai saksi, dia malah mengaku," tambahnya.
Dukuh Gunung Dowo, Sutarman menambahkan, warga tidak pernah menduga pelaku pembunuhan adalah S. Awalnya warga menduga kalau pelaku pembunuhan adalah keluarga korban. Karena beberapa hari sebelum korban ditemukan meninggal, pelaku pamit akan pergi ke kediamannya di Kulon Progo.
"Pelaku di sini sejak gempa [2006]. Di sini tinggal di Balai Padukuhan meski punya saudara di sini. Dan beberapa hari sebelum korban ditemukan meninggal, ada warga melihat pelaku jalan kaki di JJLS dekat Nawungan," tutur dia.
Munculnya dugaan korban bahwa S adalah pelaku, berawal dari desas-desus yang menyebutkan bahwa S sering melakukan pencurian. Kendati begitu, Sutarman mengaku bahwa itu hanya asumsi para warga yang tak bisa dibuktikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo