SuaraJogja.id - Hujan mulai turun secara merata di berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa daerah seperti Gunungkidul, Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta sudah mengalami hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara, sementara pada malam hari diprediksi cuaca berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22–32 derajat C dengan kelembapan 50–95 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan maksimum 30 km/jam. Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Yogyakarta berkisar antara 1,25–2,5 meter, termasuk dalam kategori sedang.
"Kami mengimbau untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di Sleman dan Kulon Progo bagian utara," ungkap Kepala Stasiun Meteorologi BMKG DIY, Warjono, melalui keterangan tertulisnya, dikutip Senin (9/9/2024).
Warjono menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memicu turunnya hujan dalam dua hari terakhir adalah Madden Julian Oscillation (MJO) fase 5, yang berperan dalam pembentukan awan hujan. Aktifnya MJO berkaitan dengan peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
BMKG juga memantau adanya pusat tekanan rendah di perairan sebelah barat Pulau Sumatera. Pola angin di atas Pulau Jawa, termasuk DIY, masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan 10 hingga 30 km/jam.
Suhu Muka Laut (SML), baik dalam skala harian maupun mingguan, di Laut Jawa terpantau dingin, berkisar antara 21–24 derajat C. Sementara itu, suhu anomali laut terpantau antara -2,0 derajat C hingga -0,5 derajat C, yang mengakibatkan rendahnya potensi penguapan.
"Akibatnya, potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY cukup signifikan," tambah Warjono.
Faktor-faktor ini menjadi penyebab terbentuknya awan hujan dalam beberapa hari terakhir dan diprediksi akan terus berlanjut. Berdasarkan data yang ada, BMKG DIY memperkirakan hujan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Baca Juga: Polisi Amankan 3 Remaja di Bantul Gegara Bawa Pistol Mainan
Potensi hujan ringan diperkirakan akan terjadi dari tanggal 9 hingga 11 September 2024, dengan intensitas ringan yang berpotensi terjadi di wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. BMKG telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menghadapi kondisi ini.
Pada tanggal 9 September 2024, potensi hujan ringan diprediksi terjadi di Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Pada tanggal 10 September, hujan ringan diperkirakan terjadi di Sleman dan Kulon Progo bagian utara, dan pada tanggal 11 September potensi hujan ringan ada di Sleman bagian utara.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik di sektor pertanian maupun kebencanaan, untuk melakukan mitigasi dari segala aspek," jelas Warjono.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul