SuaraJogja.id - Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DIY) terus meningkat. Dua formasi yang paling diminati yakni penjaga tahanan dan pemeriksa keimigrasian.
Berdasarkan data yang diterima Kemenkumham Kanwil DIY, hingga Minggu (8/9/2024) kemarin jumlah pelamar untuk posisi penjaga tahanan mencapai 2.722 orang. Sementara untuk posisi pemeriksa keimigrasian mencapai 2.079 orang.
Para peserta akan memperebutkan total 63 lowongan formasi penjaga tahanan dan 24 lowongan formasi pemeriksa keimigrasian. Jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran pada Selasa, 10 September 2024 besok.
Mengingat grafik terus menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Apalagi secara keseluruhan, Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga Minggu (8/9/2024) mencatat bahwa Kemenkumham masih menjadi instansi paling diminati dengan jumlah pelamar mencapai 490.442 orang.
Kepala Subbagian Kepegawaian, Tata Usaha, dan Rumah Tangga Muhammad Arif Rohman mewanti-wanti seluruh pelamar untuk tidak menunda-nunda proses pendaftaran. Mengingat waktu pendaftaran yang sudah mepet.
"Kami menghimbau agar para pelamar segera menyelesaikan proses pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan," kata Arif dalam keterangan tertulis yang diterima SuaraJogja.id, Senin (9/9/2024).
Arif menekankan pentingnya membaca dengan cermat seluruh persyaratan yang telah tercantum dalam pengumuman. Ketelitian untuk melengkapi berkas pendaftaran penting untuk dilakukan.
"Ketelitian juga sangat penting, karena kesalahan dalam pengisian data dapat berakibat pada gugurnya pendaftaran. Semua persyaratan telah kami sampaikan secara jelas. Pelamar wajib memenuhi seluruh persyaratan yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY Agung Rektono Seto mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kemenkumham.
Baca Juga: Polisi Amankan 3 Remaja di Bantul Gegara Bawa Pistol Mainan
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pelamar atau pun para orang tua, untuk tidak percaya jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Semua proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel," ujar Agung.
Agung juga menegaskan bahwa panitia seleksi di tingkat daerah akan bekerja secara profesional dan independen. Dia memastikan tidak akan mentolerir segala kecurangan.
"Hasil seleksi akan diumumkan secara terbuka dan transparan. Kami tidak akan mentolerir adanya praktik kecurangan dalam proses seleksi ini," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor