SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan sejumlah pembatasan jelang dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-268 Kota Yogyakarta. Hal ini sebagai antisipasi penggunaan politik praktis di berbagai rangkaian HUT Kota Jogja yang berbarengan dengan Pilkada 2024 mendatang.
"Segala bentuk-bentuk kegiatan mangayubagya hari ulang tahun Kota Yogyakarta ke-268 dengan situasi kondisi Pilkada, tentunya kita sinergikan dan kita batasi betul untuk tidak ada manuver-manuver politik yang terkait dengan Pilkada. Maka kami dan teman-teman menjamin itu," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto, Selasa (1/10/2024).
Pembatasan itu salah satunya terkait dengan undangan yang kemudian bakal dibagikan kepada sejumlah pihak. Pemkot Jogja memastikan tidak akan mengundang semua pasangan calon (paslon) dalam setiap rangkaian acara HUT Kota Jogja kali ini.
Mengingat beberapa rangkaian acara HUT Kota Jogja ke-268 tahun ini berbarengan dengan masa kampanye Pilkada 2024. Sugeng tak ingin momen ulang tahun Kota Jogja justru diwarnai berbagai sikap politik hingga ketidaknetralan ASN.
"Justru yang kita jaga kan itu, artinya di dalam rangka pembatasan undangan itu memang mereka (paslon) tidak mengait-ngaitkan kegiatan hari ulang tahun ini dengan kepentingan-kepentingan politik praktis terkait dengan Pilkada," ungkapnya.
Nantinya undangan hanya akan diberikan kepada jajaran Forkompimda Kota Jogja. Mulai dari unsur kepala OPD, mantri pamong praja, hingga lurah.
"Jelas itu orang-orang yang kami jamin lah aspek netralitasnya. Kalau paslon kan justru karena kita batasi nggak mungkin juga kita (undang)," ucapnya.
Jika kemudian ada paslon yang datang tanpa diundang, Sugeng akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran untuk mengantisipasi. Namun dia meyakini bahwa para paslon tidak akan datang jika memang tidak diundang
"Kemudian kalau ndilalah teko piye? Nek kudune ora teko, lha wong ra diundang kok teko dewe kan yo wagu. (Kalau kebetulan datang gimana? Kalau harusnya tidak datang, kan tidak diundang kok datang sendiri kan wagu)," ungkapnya.
Baca Juga: Rekam Jejak Singgih Raharjo, Dari Dinas Pariwisata dan Pj Wali Kota Jogja Hingga Maju di Pilkada
"Kalau mereka njedul (datang) beliau-beliau njedul tidak akan kami berikan kursi, porsi, proporsi untuk dilenggahken. Tapi kalau cuma di luar ya (sebagai) warga masyarakat," imbuhnya.
Pembatasan tidak hanya undangan saja, kata Sugeng, ada berbagai hal lain yang penting untuk diperhatikan. Mulai dari atribut hingga gerak tangan.
"Kemudian tentunya masyarakat dan tentu para karyawan di Kota sekali lagi, untuk tetap menjaga netralitas dengan tidak menggunakan atribut, branding dan bahkan lagu-lagu. Sudah ada lagu-lagu yang kemudian digunakan para paslon, sehingga lagu dicermati. Seandainya senang-senang ya senang-senang, nyanyi-nyanyi ya nyanyi-nyanyi tapi ojo ngganggo lagu yang sudah diangkat atau dibranding oleh paslon," tandasnya.
Diketahui terdekat agenda terdekat HUT ke-268 Kota Yogyakarta adalah Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada 7 Oktober 2024 besok. "Rikat, Rakit, Raket" menjadi tema yang diangkat pada HUT Kota Yogyakarta tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Kisah Mahasiswa Yogyakarta: Ubah Hambatan Kerja Paruh Waktu Jadi Peluang Karier
-
Bantul Siaga! Puncak Musim Hujan 2026 Ancam Bencana Cuaca Ekstrem
-
Berkinerja Positif, BRI Raih 10 Prestasi Terbaik di Sepanjang Tahun 2025
-
Waspada! Ini 3 Titik Kemacetan Paling Parah di Yogyakarta Saat Malam Tahun Baru
-
Lestarikan Warisan Budaya Jawa, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon bagi Para Tamu