SuaraJogja.id - Presiden Terpilih Prabowo Subianto mulai membocorkan kabinet yang akan masuk dalam pemerintahannya. Sejumlah menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun disebut akan masuk dalam daftar menteri pilihan Prabowo-Gibran.
Pakar di bidang pariwisata dari Yogyakarta, Tonny Hendratono berharap, Prabowo bisa memiliki perhatian lebih pada sektor pariwisata. Pemerintahan Prabowo pun diharapkan bisa meningkatkan status Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Sebab indeks daya saing pariwisata di Indonesia di level internasional juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kalau pada 2020 lalu Indonesia baru di peringkat 32 dunia, maka pada 2024 ini meningkat di peringkat 22 dunia.
"Pemerintah seharusnya menaikkan status kementerian pariwisata agar bisa lebih fokus menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan. Misalnya jadi kementerian koordinator," ujar Tonny, Kamis (10/10/2024).
Menurut Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) tersebut, permasalahan di sektor pariwisata yang masih sering dihadapi Indonesia selama ini salah satunya adalah kurangnya koordinasi, baik antara pemerintah pusat dan daerah, maupun antar instansi. Padahal pariwisata merupakan invisible export atau ekspor tak terlihat yang akan terus berkembang.
Pariwisata berbeda dengan sektor ekstraktif yang akan habis seiring waktu. Karenanya pemerintahan baru Prabowo nanti diharapkan bisa meningkatkan koordinasi antar institusi agar semakin baik melalui peningkatan status Kemenparekraf jadi Kementerian Koordinator.
Sebagai Kementerian Koordinator, lanjut Tonny, Kemenparekraf bisa menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di sektor terkait.
"Potensi [pariwisata indonesia] sangat luar biasa, jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Dengan adanya kenaikan status kemenparekraf di pemerintahan baru nanti,
Tonny menambahkan, akademisi sebenarnya tidak mempermasalahkan siapapun yang nantinya menduduki jabatan di Kemenparekraf. Entah dari praktisi ataupun diambil Prabowo dari partai politik (parpol) pendukung.
Baca Juga: Parangtritis Jadi Magnet, Bantul Raup Rp19 Miliar dari Wisatawan
Namun yang lebih penting, menteri baru nanti memiliki latar belakang dan visi misi pengembangan pariwisata Indonesia. Hal ini penting mengingat Indonesia memiliki portfolio pariwisata yang sangat beragam.
Sekitar 60 persen potensi wisata Indonesia di bidang budaya. Sisanya 35 persen di sektor kekayaan alam dan 5 persen lainnya dalam bidang produk pariwisata.
"Potensi ini kalau dikembangkan dengan baik, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis dan unsur masyarakat akan membuat pariwisata jadi ujung tombak sektor pembangunan di Indonesia. Masyarakat pun diharapkan lebih dilibatkan dalam pengembangan pariwisata," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi