Muhammad Ilham Baktora
Senin, 11 November 2024 | 18:56 WIB
Sejumlah warga mengevakuasi warga yang tertimpa rumah roboh di Dusun Rendeng Wetan RT 02 Padukuhan Dagan, Kalurahan Timbulharjo Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/11/2024) malam. [Kontributor Suarajogja.id/Julianto]

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, telah menetapkan status siaga untuk menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang pada musim hujan November 2024.

"Status siaga untuk banjir, longsor, dan angin kencang berlaku mulai 1 November hingga 31 Desember 2024. Ini sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, Senin (11/11/2024).

Antoni menyampaikan, status siaga ini diberlakukan menyusul beberapa insiden seperti pohon tumbang akibat angin kencang yang terjadi di awal November.

"Penetapan siaga banjir, longsor, dan angin kencang ini didasarkan pada adanya peristiwa-peristiwa angin kencang yang berdampak pada masyarakat," jelasnya.

Dengan penetapan status siaga ini, BPBD berharap dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan para pihak terkait serta masyarakat, sehingga musim hujan dapat dilalui tanpa korban maupun kerugian.

Dalam persiapan menghadapi musim hujan, BPBD juga menggelar rapat bersama seluruh desa, kecamatan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mengundang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Selanjutnya, kami akan mengaktifkan 36 posko siaga banjir, tanah longsor, dan angin kencang di berbagai kelurahan dengan berkoordinasi bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) desa," tambahnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras, serta menghindari area yang berisiko longsor.

"Masyarakat juga diimbau untuk memangkas dahan pohon yang berpotensi berbahaya dan menjauh jika terjadi hujan disertai angin kencang," tutup Antoni.

Baca Juga: Intensitas Hujan Makin Tinggi, BPBD Bantul Minta Warga Hindari Kawasan Rawan Longsor

Load More