"Film dapat menjadi media yang sangat kuat dalam mempromosikan pariwisata. Jika kita dapat memanfaatkan momentum ini, Yogyakarta bisa menjadi pusat industri film yang sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan ke berbagai desa wisata," tandasnya.
Bantu Promosi Pariwisata
Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto meyakini produksi film yang salah satunya banyak dilakukan di Sleman akan berdampak baik secara langsung maupun tidak.
"Dari sisi pariwisata, pembuatan film yang berlokasi di Kabupaten Sleman tentunya ikut membantu promosi pariwisata di Kabupaten Sleman. Bilamana ditanyakan dampaknya ke PAD, secara tidak langsung, ketika lokasi syuting tersebut dikenal, maka banyak orang yang mulai mengunjungi lokasi-lokasi tersebut. Insyaa Allah, dengan kedatangan mereka ke lokasi tersebut, bisa meningkatkan PAD Sleman," ujar Kus.
"Pada saat produksi film berlangsung, baik produksi film di Sleman ataupun di luar Kabupaten Sleman, selama para kator/aktris dan crew film menginap, makan dan belanja di Kabupaten Sleman, pastinya mereka akan turut menyumbang PAD Sleman. Apalagi biasanya proses syuting bisa mengambil waktu sampai dengan kurang lebih 1 bulan," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK