SuaraJogja.id - Lasiyem (54) janda asal Dusun Jelok rt 06/03, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul ini nyaris kehilangan rumahnya ketika sebuah batu besar berdiameter 2 meter jatuh dari atas bukit setinggi 10 meter.
Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto menuturkan peristiwa batu besar menggelinding itu terjadi pada Selasa (3/12/2024) siang sekira pukul 14.00 WIB. Saat peristiwa terjadi kondisi sekitar rumah janda tersebut memang tengah diguyur hujan.
"Tadi tiba-tiba batu besar menggelinding dari atas dan sempat tertahan sedikit pohon kecil di atas rumah bu Lasiyem," ujar dia, Selasa.
Beruntung batu besar tersebut menyangkut pohon meski sudah menyentuh atap rumah korban. Sementara Lasiyem sendiri berada di sisi lain rumah yang tertimpa batu itu sehingga bisa selamat.
Baca Juga: TPID DIY Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Gunungkidul Aman
Mengetahui hal tersebut warga dibantu petugas Polsek Gedangsari dan relawan berusaha mengevakuasi batu itu agar tidak menghancurkan rumah Lasiyem. Mereka berusaha memindahkan batu yang berpotensi merusak bagian rumah warga akibat bencana tanah longsor.
"Kami berupaya menurunkan sebagian genting,memotong usuk dan menjatuhkan batu cukup besar yang mengancam dengan alat sederhana," kata dia.
Kapolsek menambahkan setelah beberapa upaya dilakukan akhirnya batu itu berhasil diturunkan sedikit demi sedikit. Meskipun pada akhirnya juga mengakibatkan kerusakan pada teras rumah milik Lasiyem.
Saat ini rumah masih bisa ditempati namun dihimbau tetap waspada. Mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi kapan saja. Apalagi saat ini masih musim penghujan.
Babinkamtibmas Watugajag, Aipda Suyanto menuturkan batu tersebut berada di tebing setinggi 10 meter di atas rumah. Sebelum batu besar tersebut jatuh, sebenarnya sudah ada longsor-longsor kecil.
"Itu yang longsor tebingnya setinggi 10 metet dan panjang 8 meter," tambahnya.
Baca Juga: Pengoperasian Pabrik Es Gesing di Gunungkidul Mundur dari Jadwal, Ini Penyebabnya
Berita Terkait
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Keselamatan Berkendara di Tengah Hujan saat Mudik, Mengapa Lampu Hazard Bukan Solusi yang Tepat?
-
Saaih Halilintar Bersihkan Toilet Pakai Es Batu, Apa Sih Manfaatnya?
-
7 Titik Penting Perawatan Mobil Listrik Usai Terkena Hujan, Catat!
-
Jakarta dan Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan Sampai 1 April, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya