SuaraJogja.id - PSS Sleman harus menelan pil pahit ketika menjamu Persib Bandung dalam lanjutan gelaran BRI Liga 1 di pekan ke-13.
Berlaga di Stadion Manahan, Solo, PSS Sleman sebetulnya sempat tampil meyakinkan. Bahkan mampu mencetak gol lebih dulu melalui Nicolau Cardoso pada menit ke-19.
Sayang, keunggulan itu tak bertahan lama. Persib Bandung mampu menyamakan kedudukan bahkan berbalik unggul melalui David da Silva serta pemain pengganti Tyronne Gustavo Del Pino Ramos.
Ricky Cawor sebagai perwakilan pemain di sesi jumpa pers setelah pertandingan, mengakui pertandingan menghadapi Persib adalah situasi yang berat bagi timnya. Meski begitu, pria kelahiran Merauke ini memberikan pandangan positif bahwa koleganya telah bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Pertandingan yang sulit di situasi sulit buat kami. Para pemain sudah berusaha serta bekerja keras di pertandingan yang hasilnya tidak diharapkan. Mudah-mudahan kerja keras ini terus meningkat sehingga bisa meraih hasil pertandingan yang lebih baik lagi,” tegas seperti dilansir dari laman klub.
Sementara itu, Coach Mazola yang memberikan pandangannya mengenai jalannya pertandingan PSS kontra Persib mengaku skuat Maung Bandung mampu memanfaatkan situasi pertandingan ketika terjadi kebekuan dari PSS dalam pengembangkan permainan.
“Permasalahan kami ketika terjadi pergantian pemain. Jadi tidak ada pemain pengganti diposisi yang diganti sehingga tidak ada improvisasi permainan. Belum lagi ada satu pemain yang mengalami cedera, ini menjadi masalah baru,” imbuh Mazola.
“Selain itu, pergantian pemain yang tidak sesuai membuat PSS dihukum oleh Persib di pertandingan ini,” imbuhnya.
Tertahan di Papan Bawah
Baca Juga: Bangga Tapi Was-Was, PSS Lepas Hokky Caraka ke Timnas di Tengah Tren Negatif
Kekalahan atas Persib Bandung membuat PSS urung mampu mentas dari zona degradasi. Terkini, PSS Sleman berada di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Liga 1-2024/25 dengan koleksi delapan poin dari tigabelas pertandingan. Kekalahan ini sekaligus menambah rekor kalah di kandang untuk kelima kalinya.
Menanggapi hal tersebut, Coach Mazola mengaku sudah membicarakan hal tersebut kepada koleganya di staf pelatih PSS. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut memiliki konsekuensi logis berupa tidak mendapatkan poin.
“Menang di kandang atau tandang sama saja, yaitu meraih tiga poin. Jadi jika kami kalah baik di kandang atau tandang sama saja tidak dapat tiga poin,” ucapnya.
Pelatih kelahiran Brasil ini tetap memberikan apresiasi positif kepada para pemainnya walah meraih hasil yang tidak sesuai harapan. Coach Mazola menyatakan para pemainnya sudah melakukan banyak hal baik di sesi latihan dan pertandingan.
“Kami sudah menjalani persiapan demi persiapan menghadapi Persib Bandung dengan baik. Saya tidak bisa mengeluhkan penampilan para pemain, mereka sudah berjuang habis-habisan meraih hasil maksimal di lapangan,” tegasnya memberikan penilaian terhadap para pemainnya.
“Kemudian lawan yang kami hadapi adalah Persib Bandung, juara Liga 1 musim lalu. Perlu kita ketahui sepanjang pertandingan PSS juga bermain baik, dan bermain ngotot untuk mengimbangi Persib,” imbuh Coach Mazola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Prambanan Shiva Festival: Ketika 1.008 Dipa Menyatukan Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Global
-
Siaga di Parangtritis, SAR Antisipasi Lonjakan Wisawatan Padusan Jelang Ramadan 2026
-
Prioritaskan Pedagang dari Warga Lokal, Ratusan Lapak Siap Meriahkan Kampung Ramadan Jogokariyan
-
37 Ribu Penonton Hadiri IHR Jateng Derby 2026, Musisi Ndarboy Kaget Karena Dua Hal Ini
-
BRI Buka Desa BRILiaN 2026, Target 6.000 Desa Berdaya