Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Senin, 16 Desember 2024 | 18:05 WIB
Akses menuju Malioboro macet dipadati kendaraan wisatawan, Selasa (3/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Sementara Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti mengungkapkan pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi dampak ekstrem selama Nataru. Diantaranya pembersihan jalan-jalan yang tergenang saat hujan deras.

"Kalau lubang-lubang ya kita tutup semampu kami," jelasnya.

Anna menambahkan, kawasan Klangon, Tempel di Sleman rawan bencana. Dinas PUPESDM membuat rambu-rambu di kawasan tersebut.

"Masyarakat diharapkan hati-hati karena penanganan kami belum bisa maksimal, baru tahun 2025 ada rehab jalan," imbuhnya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Kebutuhan BBM di Jogja Naik 5,6 Persen

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More