SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta berhasil menyelesaikan pembangunan 10 paket strategis tahun 2024. Sebanyak 10 paket strategis tersebut diantaranya pembangunan jalan gedongkuning sisi selatan, penataan permukiman kumuh Kelurahan Terban RT 2 RW 1, pembangunan Grha Budaya Embung Giwangan, SMP N 10, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS 3R) Karangmiri, Saluran Air Hujan Kelurahan Giwangan RW 13, Puskesmas Pakualaman dan Puskesmas Kraton. Selain itu juga dilakukan renovasi RSUD dan Kantor Perpustakaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut telah rampung dan siap digunakan oleh masyarakat termasuk rumah deret di RT 2 RW 1 Kelurahan Terban serta Taman Budaya Embung Giwangan.
“Penataan rumah deret di wilayah RT 2 RW 1 Kelurahan Terban dan Taman Budaya Embung Giwangan, diserahterimakan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) per hari ini dan siap digunakan,” ujar Umi seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Yogyakarta.
Selain itu, Umi juga mengungkapkan bahwa pembangunan SMP Negeri 10 Yogyakarta, yang sebelumnya masuk dalam paket strategis, akan kembali menjadi bagian dari sepuluh paket strategis tahun 2025.
“Proyek SMP Negeri 10 akan kembali masuk daftar strategis tahun 2025 untuk penambahan kelas dan ruang baru,” katanya.
Umi menjelaskan, setiap tahun Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan 10 paket strategis berdasarkan beberapa kriteria khusus. Proyek-proyek tersebut dipilih tidak hanya memiliki nilai anggaran yang besar namun juga berskala besar dalam arti memiliki dampak luas terhadap masyarakat dan berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“10 paket ini mencakup setiap sektor pembangunan daerah di Kota Yogyakarta. Mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pengembangan fasilitas publik,” tambahnya.
Meskipun paket strategis tahun 2025 belum resmi ditetapkan, sejumlah rencana sudah disusun. Beberapa proyek yang akan masuk dalam daftar antara lain pemeliharaan berkala di beberapa ruas jalan seperti Jalan Abu Bakar Ali, pembangunan Sistem Air Hujan (SAH), pembangunan sekolah serta renovasi gedung dan bangunan pelayanan publik.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPUPKP Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan, menambahkan bahwa proyek rumah deret di Terban telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO). Talud dan pinggiran sungai sudah selesai dibangun dan saat ini hanya perlu dibersihkan untuk penyempurnaan.
Baca Juga: Pakar Pembangunan Sosial UGM: Transmigrasi di Papua Masih Diperlukan, Tapi...
“Meskipun masih dalam masa pemeliharaan, rumah deret ini sudah siap dihuni. Warga yang tinggal sementara di Rusun Gemawang bisa menempati rumah deret pada awal Januari 2025 pada saat kontrak mereka di Rusun selesai 4 Januari,” jelas Sigit.
Namun, Sigit juga menyebutkan bahwa surat kekancingan sebagai dokumen legalitas masih dalam proses. Setelah pembangunan selesai, kelompok masyarakat akan dibentuk untuk mengusulkan pengukuran ulang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan mendaftarkan ke Panitikismo. Meski demikian, hal ini tidak menghalangi warga untuk menempati rumah deret awal Januari 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi