SuaraJogja.id - Polres Gunungkidul kembali menggelar operasi minuman keras (miras) untuk menjaga kondusivitas wilayah. Penjual miras ini dilakukan di rumah-rumah biasa, meskipun ada yang di ruang usaha.
Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini, S.I.K., M.Si., pada Sabtu (11/1/2025) malam, petugas berhasil menyita 1.205 botol miras berbagai merek dari sejumlah lokasi. Kali ini berhasil ditemukan di rumah warga.
Operasi ini melibatkan berbagai satuan, termasuk Sat Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Samapta, dan Provos. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Kapolda DIY, arahan Gubernur DIY, serta surat edaran Bupati Gunungkidul mengenai pengawasan peredaran minuman keras di wilayah tersebut.
"Kami terus berupaya memastikan situasi kamtibmas di Gunungkidul tetap kondusif. Operasi miras ini juga menjadi bentuk komitmen kami agar masyarakat Kabupaten Gunungkidul terbebas dari peredaran miras," ujar AKBP Ary Murtini, Minggu (12/1/2025).
Meskipun razia rutin dilakukan, Ary mengungkapkan bahwa penjual miras baru kerap bermunculan. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, Polres Gunungkidul tidak akan pernah lelah atau berhenti melaksanakan operasi miras.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan demi masa depan generasi penerus bangsa," tegasnya.
Operasi tersebut menegaskan bahwa pemberantasan miras di Gunungkidul bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Dia meminta agar warga tetap waspada, dan bersama menciptakan Gunungkidul yang kondusif dan nyaman.
Hasil operasi menunjukkan bahwa meskipun aturan ketat telah diterapkan, masih ada celah yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjual miras. Dengan terus meningkatkan pengawasan dan kerja sama dengan masyarakat, Polres Gunungkidul berharap bisa menekan peredaran miras ilegal di wilayah tersebut.
Kontributor : Julianto
Baca Juga: Wabah PMK Merebak, Stok Vaksin di Gunungkidul Kosong
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat