SuaraJogja.id - Retreat kepala daerah dipastikan akan digelar di Glamping Borobudur Internasional Golf, Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 1, Kota Magelang. Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, dari 21 hingga 28 Februari 2025 ini akan diikuti sekitar 481 kepala daerah.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengungkapkan, Pemda sudah menerima Surat Edaran Nomor 200.5/628/SJ tentang Orientasi Kepemimpinan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025. Surat tersebut diterima pada Selasa (12/2/2025) lalu yang berisi ketentuan pelaksanaan orientasi bagi kepala daerah yang baru dilantik.
"Isi surat edaran tersebut yang pertama, kesiapan untuk pelantikan tanggal 20, lalu diminta untuk para gubernur, bupati, wali kota yang kemarin dilantik bisa langsung geser tindak [berangkat] ke Magelang," kata Beny dikutip, Jumat (14/2/2025).
Menurut Beny, pemerintah pusat meminta sharing atau pembagian biaya retreat kepala daerah. Dari pusat, biaya penyelenggaraan selama delapan hari di Magelang bersumber dari DIPA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri.
Sedangkan daerah dibebankan anggaran yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Biaya ini mencakup akomodasi dan konsumsi, transportasi dari daerah ke Magelang (PP), perlengkapan pakaian dinas, seperti PDL Satpol PP, pakaian olahraga, kemeja putih lengan panjang, serta batik atau tenun daerah serta obat-obatan pribadi.
Biaya yang dibebankan daerah sebesar Rp2.750.000 per orang per hari selama delapan hari. Biaya akomodasi dan konsumsi harus disetorkan ke PT Lembah Tidar Indonesia melalui rekening Bank BRI.
"Dengan hitungan selama delapan hari, setiap kepala daerah harus membayar sebesar Rp22.000.000. Pembiayaan sesuai dengan yang tertera di surat dan itu langsung ke panitia," ungkapnya.
Beny menambahkan, retreat terbagi dalam dua angkatan. Angkatan pertama diikuti oleh kepala daerah yang dilantik hingga 20 Februari 2025. Untuk jadwal angkatan kedua akan diinformasikan lebih lanjut.
Setelah retreat, kepala daerah mengikuti sesi coaching secara daring selama dua minggu untuk penyusunan rencana aksi kepala daerah. Hasil rencana aksi tersebut kemudian akan dipresentasikan di Jakarta pada waktu yang akan ditentukan kemudian.
Baca Juga: Bakal Jalani Retreat Setelah Dilantik, Wabup Sleman Danang Maharsa: Siap!
"DIY masuk gelombang satu semuanya. Beritanya, ini hanya dikhususkan kepada Bupati wali kotanya. Sementara wakilnya diwajibkan hadir ketika penutupan acara di tanggal 28," ujar dia.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ekuitas BRI Mencapai Rp330,9 Triliun di Tengah Pembagian Dividen
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Diseret ke Isu Lain, Kuasa Hukum Sri Purnomo: Tanpa Bukti di Sidang, Itu Bukan Fakta Hukum
-
Polresta Sleman Selidiki Teror Order Fiktif Ambulans dan Damkar, Nomor Pelaku Terdeteksi di Sumut
-
Ada Bahasa Isyarat di Balik Harumnya Tembakau, Kisah Perjuangan Difabel Menembus Dinding Stigma