- Direktur Pusham UII, Eko Riyadi, memperingatkan bahwa menarik Polri ke kementerian berbahaya bagi kepentingan politik praktis.
- Eko Riyadi menegaskan posisi Polri di bawah Presiden adalah mandat konstitusional untuk menjaga independensi dan netralitas.
- Fokus utama seharusnya adalah pembenahan internal Polri, seperti peningkatan SDM dan adaptasi teknologi, bukan perubahan struktur.
SuaraJogja.id - Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII), Eko Riyadi, memberikan peringatan keras terkait wacana pergeseran posisi kelembagaan Polri.
Ia menilai bahwa upaya menarik Polri ke bawah struktur kementerian dapat membuka celah berbahaya bagi kepentingan politik praktis.
Eko menegaskan bahwa independensi kepolisian harus dijaga ketat agar tidak menjadi alat politik kelompok tertentu. Menurutnya, desain saat ini yang menempatkan Polri langsung di bawah Presiden adalah mandat sejarah yang harus dipertahankan.
"Menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan serta membuka ruang politisasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian," kata Eko, Selasa (10/3/2026).
Disampaikan Eko, posisi Polri di bawah Presiden merupakan langkah konstitusional yang paling tepat. Hal ini bertujuan agar kepolisian tetap netral dalam menjalankan mandat penegakan hukum dan pelayanan publik.
"Posisi Polri di bawah Presiden merupakan desain konstitusional yang telah dirumuskan untuk menjaga independensi kepolisian dari tarik-menarik kepentingan politik sektoral," tegasnya.
Eko bilang bahwa fokus pemerintah seharusnya bukan pada pengubahan struktur komando. Melainkan pada pembenahan kualitas internal.
Termasuk dalam hal ini penguatan sumber daya manusia dan pengawasan ketat seluruh personel kepolisian. Hal itu dinilai jauh lebih mendesak untuk dilakukan saat ini.
"Pembenahan Polri sebaiknya difokuskan pada reformasi internal, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal, serta penegakan kode etik profesi kepolisian secara konsisten," tuturnya.
Baca Juga: UII Siap Gratiskan Kuliah Mahasiswa Korban Bencana Sumatera, 54 Sudah Lapor Terdampak
Selain masalah struktur, ia turut menyoroti pentingnya Polri beradaptasi dengan kemajuan zaman. Modernisasi teknologi dianggap sebagai kunci agar kepolisian tetap relevan dalam menghadapi kejahatan di era digital yang semakin rumit.
"Reformasi Polri juga dinilai perlu diarahkan pada modernisasi organisasi dan pemanfaatan teknologi dalam penegakan hukum, sehingga mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital," tambahnya.
Ditekankan Eko, bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada stabilitas keamanan yang diciptakan oleh kepolisian yang profesional.
Jika institusi ini goyah akibat pengaruh politik, maka agenda demokrasi bisa terancam.
"Prinsip dasar yang menempatkan Polri di bawah Presiden sebagaimana amanat Reformasi 1998 tetap perlu dipertahankan sebagai fondasi sistem keamanan nasional yang profesional, akuntabel, dan demokratis," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru