Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 02 April 2025 | 14:41 WIB
Kendaraan dari luar Yogyakarta melintas di gerbang tol Prambanan pada H+2 Lebaran, Rabu (02/4/2025). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Meski sudah H+2 Lebaran, pergerakan manusia yang masuk ke Yogyakarta nampaknya masih cukup tinggi. Dinas Perhubungan (dishub) DIY mencatat, pada Rabu (02/4/2025), hanya dalam kurun waktu tiga jam antara pukul 06.00-09.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk ke Yogyakarta via gerbang timur tol Prambanan. Sedangkan pada H+2 hingga pukul 09.00 WIB mencapai 5.482 unit, dan yang keluar mencapai 5.331 unit. 

"Siang ini dari pantauan kami, arus masuk ke Jogja dari Prambanan sudah dapat merayap," papar Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY, Rizki Budi Utomo di Yogyakarta, Rabu Siang.

Menurut Rizki, kurang lebih jumlah kendaraan yang keluar masuk di Yogyakarta pada H+2 sama dengan H+1 Lebaran kemarin melalui gerbang timur tol Prambanan sama. Pada H+1 Lebaran diketahui jumlah kendaraan yang masuk DIY mencapai 40.542 unit, dan yang keluar DIY mencapai 51.384 unit. 

Tingginya kepadatan lalulintas ini terjadi lantaran warga masih melakukan silaturahmi dan wisata. Mereka memilih jalur sekitar Candi Prambanan, Jl. Raya Solo-Jogja, Bokoharjo, Prambanan yang saat ini lancar. 

Baca Juga: Tiket Ludes, Yogyakarta Diserbu Pemudik: KA Java Priority Jadi Primadona

Karenanya Dishub Kota Yogyakarta bersama dengan Dishub kabupaten dan kota di DIY telah merancang rekayasa lalu lintas. Hal ini dilakukan bila kepadatan lalulintas semakin tinggi.

"Kita rekayasa apabila terjadi kepadatan lalu lintas selama libur Lebaran," jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada angkutan Lebaran di Stasiun Daop 6 Yogyakarta. Tercatat pada H-2 Lebaran,  angka kedatangan penumpang lewat Daop 6 Yogyakarta mencapai 30.480 orang. Sebaliknya Daop 6 Yogyakarta memberangkatkan sebanyak 26.867 orang.

"Untuk kedatangan. Stasiun Yogyakarta menerima kedatangan sebanyak 12.115 pelanggan, Stasiun Solo Balapan sebanyak 7.498 pelanggan, dan Stasiun Lempuyangan sebanyak 6.057 pelanggan," papar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih.

Secara kumulatif, hingga hari ke-13 Angkutan Lebaran, Daop 6 Yogyakarta telah memberangkatkan sebanyak 271.110 pelanggan. Sementara untuk kumulatif kedatangan, Daop 6 Yogyakarta sudah menerima kedatangan sebanyak 297.487 pelanggan.

Baca Juga: Hasto Wardoyo Jamin Takbir Keliling Tak Ganggu Lalu Lintas Jogja, Tapi Ada Syaratnya

Untuk pantauan penjualan tiket KA Lebaran, hingga 2 April 2025, penjualan tiket KA Lebaran di Daop 6 Yogyakarta secara total telah terjual 381.958 tiket atau 91 persen dari total kapasitas yang disediakan yakni sebanyak 418.122 tiket. 

Feni menambahkan, adapun untuk pantauan arus balik, prediksi puncak arus balik di Daop 6 Yogyakarta akan terjadi pada Sabtu, 3 April 2025 besok. Sebanyak 26.118 tiket telah terjual. 

"Angka ini masih dinamis karena penjualan tiket masih terus berlangsung. Karenanya kami mengimbau kepada para pelanggan yang belum memesan tiket untuk arus balik untuk segera memesan tiket," imbuhnya.

Maksimalkan patroli 

Tingginya pergerakan orang selama libur Lebaran ini pun diantisipasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta. Diantaranya dengan memaksimalkan patroli untuk mengantisipasi gangguan ketertiban seperti maraknya pengamen liar yang memaksa wisatawan memberikan sejumlah uang saat berada di kawasan tersebut.

"Dalam satu sif, sebanyak 66 personel bertugas sejak pagi hingga pukul 23.00 WIB, fokus pada pengamanan dan penertiban di sepanjang kawasan Malioboro, yang menjadi pusat kunjungan wisatawan selama libur panjang," papar  Kepala Sat Pol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat.

Menurut Octo, Satpol PP juga mengoptimalkan peran tim Jogo Maton melalui Posko Jogobaran yang dibuka 30 Maret hingga 6 April 2025. Di posko yang terletak di depan Hotel Mutiara Lama, wisatawan dan pemudik bisa melaporkan pada petugas bila mendapatkan perlakuan negatif dari pihak-pihak tertentu.

Satpol PP bersama Dinas Perhubungan dan Polresta Jogja juga melakukan patroli dan deteksi dini di beberapa titik yang berpotensi mengalami gangguan ketertiban. Diantaranya memastikan aturan kawasan tanpa rokok atau KTR Malioboro tetap berlaku selama masa libur Lebaran. Hal ini sesuai dengan Perda Kota Jogja No. 2/2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mengatur perokok untuk merokok di tempat yang disediakan. Yakni di Taman Parkir Abu Bakar Ali, Area Utara Plaza Malioboro dan Lantai 3 Pasar Beringharjo. 

Menurut Octo, kebijakan ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat, terutama di tengah meningkatnya jumlah wisatawan selama libur Lebaran. Pengunjung bisa memanfaatkan area itu sehingga tidak mengganggu wisatawan lainnya. 

"Kami mengedepankan pendekatan persuasif dalam penegakan aturan ini. Pengunjung yang ingin merokok kami silakan untuk ke tempat yang sudah disediakan," jelasnya.

Octo berharap pendekatan persuasif membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kawasan Malioboro bebas dari asap rokok demi kenyamanan bersama. Sanksi pidana bagi pelanggar aturan ini direncanakan akan mulai diterapkan pertengahan 2025 setelah proses sosialisasi dan koordinasi lebih lanjut dengan Pengadilan Negeri setempat.

"Diharapkan suasana Malioboro selama libur Lebaran tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Jogja," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More