Tak hanya itu, untuk sumber daya air, Emilya menyarankan adanya rainwater harvesting. Sebab minggu-minggu terakhir ini diperkirakan masih akan turun hujan di beberapa wilayah meski sedikit.
Hal itu dapat digunakan sebagai cadangan air jika kemudian musim kemarau sudah tiba. Menggunakan air secara bijak juga dianjurkan kepada masyarakat saat musim kemarau.
Prediksi kekeringan juga terjadi di Kulon Progo. Diperkirakan kemarau akan terjadi pada Juni hingga September 2025 nanti.
Sebagai perbandingan, musim kemarau 2024 berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino. Sementara itu, pada tahun 2025, musim kemarau diprediksi lebih singkat karena dipengaruhi fenomena La Nina.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa, mengatakan saat ini instansinya masih fokus pada upaya antisipasi dan penanganan bencana hidrometeorologi.
Menurut Budi, BPBD Kulon Progo belum melakukan koordinasi khusus terkait musim kemarau karena diprediksi kekeringan tahun ini tidak separah tahun sebelumnya.
"Meski begitu, kami tetap akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan menghadapi musim kemarau," jelas dia.
Maka dari itu segala upaya antisipasi termasuk juga sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan. Hal itu untuk menyiagakan antisipasi terukur agar menghindari kekeringan.
Baca Juga: AS 'Gertak' Soal QRIS, Dosen UGM: Jangan Sampai Indonesia Jadi "Yes Man"
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor