Darwito dan kolega khawatir pemindahan tugas secara sewenang-wenang itu masih akan terjadi ke depan. Tidak hanya pada spesialis anak melainkan semua dokter lain.
"Bisa ahli bedah, bisa THT, bisa siapapun, di bawah tekanan, ibaratnya 'kalau kamu nggak manut, maka akan saya pindah' gitu. Bagaimana bisa bekerja jika diancam dengan kepindahan itu," tandasnya.
"Namanya pindah itu adalah bagaimana ngurus anak, ngurus istri, ngurus rumah, dan yang lain kan, yang paling besar adalah bagaimana menyesuaikan suasana kerja. Itu yang akan bikin stres, kan kasihan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI DIY Joko Murdiyanto menegaskan bahwa praktik ini bukan hanya menyakiti individu dokter, melainkan juga mencederai martabat profesi kedokteran.
Ia mengingatkan bahwa dokter bukanlah alat birokrasi yang bisa dipindahkan sesuka hati.
"Mindah dokter itu tidak seperti mindah barang," ujar Joko.
Joko menilai mutasi tanpa komunikasi yang layak merupakan pelanggaran etika sekaligus penghinaan terhadap tanggung jawab profesional seorang dokter terhadap pasien dan institusi.
Bukan hanya pribadi tapi juga secara institusi pun dirugikan dari kebijakan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang