SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY akhirnya buka suara terkait pelaku kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang beredar di SMPN 10 Yogyakarta.
Pelaku tersebut merupakan salah satu guru dari salah satu SMP di Yogyakarta.
"Jadi guru yang terlibat, namanya tidak kami sebutkan memang, bukan guru [SMPN 10 yang menyusun soal ASPD], tapi guru lain," ujar Kadisdikpora DIY, Suhirman di kantor Disdikpora DIY, Jumat (9/5/2025).
Menurut Suhirman, guru yang bersangkutan dari salah satu SMP tanpa sepengetahuan kepala sekolah, mengunduh file Virtual Hard Disk (VHD) resmi untuk moda semi online.
Dia juga membuka file tersebut dengan teknik khusus yang memerlukan kemampuan teknologi informasi, mengambil dua soal dari penyimpanan sementara (temporary cache), mengubah format XML menjadi tampilan soal menggunakan perangkat lunak tertentu.
"Guru itu kemudian membagikannya kepada siswa dalam sesi latihan tambahan pada 3 Mei 2025 melalui Google Form," ujarnya.
Suhirman pun menyampaikan kronologi penyelidikan kasus kebocoran soal ASPD tersebut.
Pada 7 Mei 2025, pukul 07.30 WIB, pihaknya melakukan klarifikasi dengan Kepala sekolah dan guru penulis soal SMPN 10 Yogyakarta.
Hasilnya, guru tersebut hanya menyusun soal latihan berdasarkan kisi-kisi ASPD.
Baca Juga: Akhir Penyelidikan Soal ASPD Bocor: Disdikpora DIY Sebut Hanya 'Mirip', 2 Soal Jadi Bonus
Pukul 13.00 WIB, Disdikpora mengadakan pertemuan dengan tim review soal ASPD.
Diketahui dua soal yang identik tersebut adalah soal final yang sudah melalui proses penyuntingan, bukan soal mentah dari penulis. Sehingga kemungkinan kebocoran berasal dari penulis sangat kecil.
Pukul 14.30 WIB, tim melakukan pelacakan nomor kontak siswa yang menyebarkan soal, dan mengidentifikasi siswa tersebut berasal dari sekolah lain dan memiliki akses terhadap soal yang bocor.
"Pukul 15.00 WIB, kami kembali mewawancarai para penulis soal. Mereka menyatakan tidak mengetahui adanya soal bocor dan menyusun soal dengan prosedur ketat tanpa menggunakan alat tulis, kamera, atau handphone selama proses penulisan," jelasnya.
Pukul 15.30 WIB, lanjutnya, tim mengklarifikasi siswa SMPN 10 Yogyakarta yang sempat viral sebagai penyebar soal.
Hasilnya, siswa tersebut tidak terlibat. Pukul 16.00 WIB, mereka juga melakukan klarifikasi dengan kepala sekolah dan guru dari salah satu SMP lain di DIY.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Yogyakarta Darurat Parkir Liar: Wisatawan Jadi Korban, Pemda DIY Diminta Bertindak Tegas!
-
Pemulihan Aceh Pascabencana Dipercepat, BRI Terlibat Aktif Bangun Rumah Huntara
-
Optimisme BRI Hadapi 2026: Transformasi dan Strategi Jangka Panjang Kian Matang
-
Tanpa Kembang Api, Ribuan Orang Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama di Candi Prambanan
-
Gudeg Tiga Porsi Seharga Rp85 Ribu di Malioboro Viral, Ini Kata Pemkot Jogja