SuaraJogja.id - Wakil Menteri Sosial (Wamen) Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti melakukan peninjauan langsung ke kompleks SMA Taman Madya IP Tamansiswa, Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025).
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana pemanfaatan sekolah tersebut untuk program Sekolah Rakyat (SR).
Diketahui SR sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem.
Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Sosial dan Kementerian PU melakukan berbagai asesmen terkait kelaikan lokasi yang akan dijadikan sekolah berbasis boarding (asrama) itu.
Termasuk mengecek lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung.
Adapun Tamansiswa menjadi salah satu titik tambahan yang tengah dipertimbangkan setelah sebelumnya pemerintah telah menetapkan 53 titik existing dan 12 tambahan lainnya di berbagai wilayah di Indonesia untuk Sekolah Rakyat.
"Semua nanti skema pembangunan sarana-prasarana diserahkan ke PU. Kita menunggu asesmen dari PU kalau kemudian ini bisa, layak, ya, akan kita pakai," kata Agus Jabo dikutip Minggu (11/5/2025).
Diakui Agus Jabo, meskipun Tamansiswa masuk radar sebagai calon lokasi SR. Namun masih ada beberapa persoalan teknis yang harus diselesaikan.
Termasuk pemindahan delapan kelas aktif yang saat ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Walaupun di sini masih ada permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan, misalnya masih ada [siswa] yang sekolah, ada 8 kelas, itu ya kemudian harus dipindah. Supaya di tempat yang akan dijadikan sebagai Sekolah Rakyat itu betul-betul isinya ya siswa-siswa dari Sekolah Rakyat," paparnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat harus dilakukan secara terpadu.
Mencakup asrama, laboratorium, ruang ibadah, dapur, hingga lapangan.
"Boarding ter-integrated dan semua fasilitasnya tersedia, bukan hanya kelas sama asrama tapi kita butuh lab, butuh dapur, butuh ruang makan, butuh ruang ibadah, lapangan, gitu lho. Jadi itu nanti yang akan di asesmen dan akan diskemakan oleh pihak PU," ucapnya.
"Jadi posisi kemensos sudah memberikan, ya, titik-titik mana saja yang akan di asesmen, apakah itu layak dan bisa dijadikan sekolah rakyat atau tidak. Jadi beliau [Wamen PU] nanti sama timnya yang akan membahas skemanya," imbuhnya.
Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025 di 53 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81