"The time has come bahwa kita harus sekali lagi be more united, more collaborated, sambil offering solutions, sambil menjalankan apa yang harus kita jalankan," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif TYI sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menanggapi krisis lingkungan global.
Ia menyebut kolaborasi TYI dengan Stanford University menjadi wujud komitmen pada pencarian solusi berbasis sains.
"Kita ingin Indonesia menjadi salah satu yang terdepan untuk bisa mewujudkan pertumbuhan termasuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sustainable tapi juga berkeadilan," tegas AHY.
Krisis iklim, kata AHY, tidak bisa ditangani secara sepihak oleh satu negara saja. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan solusi yang berdampak nyata.
"Tidak ada negara sebesar apapun bisa berdiri dan bekerja sendirian. Kita harus membangun kerja sama strategis dan tentunya membutuhkan terobosan-terobosan," ujarnya.
Seperti diketahui, kondisi iklim saat ini sudah memasuki masa prihatin. Efek rumah kaca juga menjadi pemicu melelehnya kutub utara dan meningkatkan volume air.
Tak hanya itu, bencana alam yang terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia dipicu karena kelalaian manusia juga.
Di Jogja tak jarang banjir kerap terjadi di beberapa ruas kota. Hal ini harusnya menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah untuk lebih mementingkan lingkungan.
Selain itu edukasi masyarakat untuk terus berbenah terhadap lingkungannya harus mulai digalakkan sejak dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan