Tak sampai di situ, Dadan mengatakan bakal rutin melakukan pelatihan ulang setiap dua bulan kepada penjamah makanan. Hal itu untuk terus mengingatkan seluruh pihak untuk tetap menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Asuransi Penerima Manfaat MBG Masih Wacana
Dalam kesempatan ini, Dadan mengakui pemberian asuransi bagi penerima manfaat makanan bergizi (MBG) masih wacana. Ia menegaskan belum ada keputusan apapun terkait hal ini.
"Untuk [asuransi] yang penerimaan manfaat, kami masih harus diskusi lebih jauh, karena ini sudah ada usulan untuk mengasuransikan penerimaan manfaat," ucap Dadan.
Ia menambahkan, belum ada produk asuransi di Indonesia yang menggabungkan perlindungan jiwa dan kesehatan secara spesifik untuk program semacam MBG.
"Nanti saya harus diskusi dulu dengan Pak Presiden," imbuhnya.
Tak Ada SPPG Tutup
Dadan turut memastikan sampai dengan saat ini tidak ada SPPG yang berhenti beroperasi terkait kendala pembayaran atau apapun.
Ia menyebut seluruh SPPG masih berjalan normal.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Tanpa APBN? Ini Rahasia 1351 Dapur Umum di Seluruh Indonesia
"Oh nggak ada [yang tutup]. Tidak ada SPPG yang sekarang boleh jalan sebelum uang muka masuk," tegasnya.
Sistem pembiayaan yang sebelumnya menggunakan sistem reimburse, kini telah ditinggalkan demi kelancaran operasional.
"Kalau reimburse sudah diselesaikan semua. Yang ada sekarang, seluruh SPPG boleh jalan kalau uang sudah masuk," tambahnya.
Dadan mengklaim sistem baru ini dinilai lebih efisien dan diterima baik oleh mitra di lapangan.
Evaluasi internal pun terus dilakukan, termasuk pengukuran indeks peningkatan gizi secara ilmiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha