"Jumlah nelayan dan kapal di PPP Sadeng sangat memadai. Jadi memang tepat jika kawasan ini dijadikan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih," ujar dia.
Kesejahteraan nelayan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Meskipun DIY memiliki potensi sumber daya laut yang cukup melimpah, khususnya di kawasan seperti PPP Sadeng Gunungkidul, namun realitanya banyak nelayan yang belum benar-benar sejahtera.
Secara umum, kehidupan nelayan di pesisir selatan DIY masih tergolong rentan. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian.
Penghasilan yang diperoleh sangat bergantung pada cuaca dan musim.
Saat gelombang tinggi atau cuaca buruk, nelayan tidak bisa melaut dan otomatis tidak mendapatkan penghasilan.
Situasi ini membuat ekonomi mereka tidak stabil dari waktu ke waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
Data Tak Akurat Bisa Bikin Kebijakan Salah Arah, Warga DIY Diajak Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026
-
DPRD Kritik Kesiapan Liburan di Jogja, Wisatawan Terancam Kesulitan Akses ke Malioboro
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
Dana Keistimewaan Disunat Rp200 Miliar, Proyek Alun-alun Pakualaman Jadi Korban