Cedera itu sempat membuat keluarga cemas. Namun, dengan pemulihan ketat dan semangat baja, ia kembali ke lintasan. Tidak sekadar ikut, ia menang.
"Padahal kakinya baru sebulan pulih. Tapi dia tetap balapan, tetap juara. Luar biasa," ucap sang ibu, Meilina Hananingsih, penuh haru.
Tinggalkan Gunungkidul, Menetap di Spanyol Demi Mimpi
Kini Veda tinggal di Spanyol, negara yang dikenal sebagai pusat pembinaan pebalap dunia. Ia mengikuti sekolah balap di sana, dengan visa pelajar.
Setiap minggu, ia menjalani latihan fisik, teknik motor, hingga simulasi balapan. Semua dilakukan dengan disiplin tinggi.
"Kalau di Spanyol, satu provinsi saja bisa punya 3 sampai 5 sirkuit. Dukungan pemerintah juga sangat besar. Di sana, pebalap muda dipersiapkan dengan serius sejak kecil," jelas Sudarmono.
Meski demikian, semangat Gunungkidul tetap membara dalam darah Veda. Ia tak lupa asalnya. Ia tahu, dari lapangan parkir sederhana itu, ia mulai bermimpi.
Red Bull Rookies Cup: Medan Tempur Para Calon Legenda
Red Bull Rookies Cup bukan ajang sembarangan. Ini adalah gerbang menuju Moto3, lalu Moto2, dan akhirnya MotoGP.
Veda bertarung melawan pebalap-pebalap muda terbaik dunia. Ia mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang juara dua kali di ajang ini.
Jika ia berhasil masuk tiga besar klasemen akhir tahun ini, maka ia akan mendapat dispensasi khusus untuk naik ke Moto3 meski belum berusia 18 tahun.
"Kalau bisa tiga besar, dia langsung naik. Tapi persaingannya berat karena semua rebutan posisi itu," ungkap Sudarmono.
Dukungan Lokal, Harapan Nasional
Kemenangan Veda menyulut kebanggaan besar bagi masyarakat Gunungkidul. Pemerintah daerah menggelar doa bersama dan memberikan penghargaan khusus.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menyebut Veda sebagai "aset nasional yang lahir dari ketekunan dan semangat tak tergoyahkan"
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah
-
Tiga Kota Penuh Makna, Hifdzi Khoir Hadirkan Tur Showcase Intimate 'Berjalan Kaki'
-
Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
-
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Sleman: Nikah Siri Dibongkar, Berpotensi Tambah Tersangka Baru
-
Eks Pengurus Ponpes di Sleman Ditahan Terkait Dugaan Kasus Perkosaan