Sebelum tapa bisu dimulai, lanjutnya kegiatan diawali dengan pembacaan mocopat atau tembang-tembang Jawa penuh makna oleh para abdi dalem dan budayawan.
Meski berlangsung dalam kesunyian, Mubeng Beteng justru menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, wisatawan, bahkan generasi muda yang ingin mencari makna baru dalam tradisi lama.
"Laku diam ini menjadi ruang untuk melepaskan penat, memaafkan diri sendiri, dan menyambut tahun baru dengan hati yang bersih," tandasnya.
Sementara salah satu wisatawan asal Jakarta, Margareth mengungkapkan kekagumannya pada tradisi yang masih lestari ini. Jauh-jauh datang bersama keluarga, dia melihat Mubeng Beteng 1 Suro ini menandakan masih banyak masyarakat yang mau melestarikan tradisi adiluhung.
"Walaupun harus menunggu sampai tengah malam, melihat orang berjalan kaki sambil berdiam diri jadi pengalaman luar biasa yang tidak ada di tempat lain," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai