Seller seperti Mohamad Ramdani, owner Herbal Msh dan Herbioza, mengakui bahwa RMS KiriminAja membuat retur yang dulu sulit dihindari kini bisa dicegah.
KiriminAja tidak berhenti sebagai platform pengiriman biasa. Melalui RMS dan pendekatan yang berfokus pada pengalaman seller, perusahaan ini bertransformasi menjadi partner bisnis sejati.
"Retur bukan akhir dari transaksi, melainkan awal dari peningkatan kualitas," ujar Fariz GTJ, CEO KiriminAja.
"Kami percaya bahwa rendahnya angka retur bukan hanya soal teknologi, tapi tentang pemahaman mendalam terhadap tantangan seller di lapangan. Return Management System (RMS) yang kami kembangkan adalah bentuk nyata dari komitmen KiriminAja untuk memberi kontrol penuh kepada seller atas proses logistik mereka," sambungnya.
"Dengan sistem ini, seller tidak hanya tahu kapan paket gagal terkirim, tapi juga mengapa dan bagaimana mengatasinya lebih awal. Inilah yang membuat kami mampu menekan RTS ke angka 8–S%, jauh di bawah rata-rata industri." papar Fariz GTJ.
Dengan visi jangka panjang dan inovasi berkelanjutan, KiriminAja mengajak para pelaku e-commerce di Indonesia untuk bersama menciptakan ekosistem logistik yang lebih sehat, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Bagi KiriminAja, retur bukanlah akhir dari perjalanan sebuah transaksi, melainkan awal dari proses pembelajaran untuk peningkatan kualitas.
Setiap retur dipandang sebagai kesempatan bagi perusahaan ini untuk berinovasi dan memperbaiki layanannya.
Melalui semangat kolaboratif tersebut, KiriminAja siap mendampingi seller online melangkah maju, selangkah demi selangkah, menuju standar pengiriman paket yang lebih mudah, cepat, dan terpercaya.
Baca Juga: 10 Online Shop Terpercaya di Indonesia, Tempat Belanja yang Aman dan Nyaman
Berita Terkait
-
Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara
-
Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"
-
Panen Kritikan, Paket Retur COD Diduga Diperjualbelikan Murah Meriah di Jepara
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor