Becak-becak yang masih beroperasi pun di kawasan itu pun, tambah Doni juga tidak mencukupi mengangkut wisatawan. Bahkan beberapa diantaranya terkendala teknis karena mengalami kerusakan.
"Dari pengunjung, keluhannya soal transportasi penghubung. Dari sini ke Malioboro itu jauh. Biasanya mereka pakai becak, tapi becaknya terbatas. Dari 14 anggota, yang aktif cuma 10,"jelasnya.
Inisiatif sementara dilakukan oleh jukir, yaitu mengarahkan pengunjung untuk jalan kaki melewati rute yang lebih pendek.
Pernah pula sekali waktu tim mengarahkan pengunjung naik Trans Jogja yang kebetulan melintas pagi-pagi.
"Kami arahkan jalan lurus saja, nggak usah muter lewat trotoar. Jadi bisa langsung tembus ke belakang Hotel Garuda. Itu lebih dekat, atau kita arahkan pengunjung naik Trans Jogja yang lewat," jelasnya.
Doni berharap pemerintah kota maupun propinsi bisa lebih aktif dalam mensosialisasikan lokasi baru kepada pelaku transportasi wisata dan wisatawan.
Ia menyebut masih banyak sopir Perusahaan Otobus (PO) yang tidak mengetahui bahwa lokasi TKP ABA lama sudah tak beroperasi.
"Harapannya dari pihak pariwisata bisa bantu beri informasi ke PO, ke sopir, ke wisatawan juga," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Relokasi Jukir dan Pedagang ke Menara Kopi Terancam Gagal: Izin Keraton Jogja Belum Turun
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Harga TV Changhong dan Kelebihan yang Perlu Diketahui, Cek Sekarang di Blibli
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog