DPR sendiri, lanjutnya belum mengetahui secara pasti bagaimana skema penganggaran akan dirancang oleh pemerintah pusat untuk mendukung putusan MK ini. Namun mereka mendorong pemerintah tidak merugikan lembaga pendidikan.
"Mengenai kesiapan anggaran, kami belum tahu persis. Tapi kami akan terus dorong agar kebijakan ini tidak merugikan pihak sekolah," paparnya.
Sementara Plt Asisten Setda DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat, Aris Eko Nugroho, mengungkapkan pelaksanaan putusan MK harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan keberagaman kondisi sekolah. Sebab jika Pemda harus mendanai dari APBD, maka kemungkinan tidak cukup.
"Kemampuan daerah terbatas, belum tentu bisa mendanai semua sekolah secara optimal," jelasnya.
Aris menambahkan, tidak semua sekolah swasta memiliki struktur biaya dan sumber daya yang sama. Karenanya pendekatan pendanaan juga tidak bisa disamaratakan.
Untuk itu pemerintah pusat diharapkan bisa segera merumuskan skema pendanaan yang komprehensif. Hal itu penting agar semangat konstitusi untuk pendidikan gratis tidak berujung pada penurunan mutu layanan.
"Terutama di sekolah swasta yang selama ini menjadi andalan masyarakat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Dana Pendidikan Dikorupsi? Polda DIY Periksa Kantor Disdik Gunungkidul, Sita Laptop & Dokumen
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat