DPR sendiri, lanjutnya belum mengetahui secara pasti bagaimana skema penganggaran akan dirancang oleh pemerintah pusat untuk mendukung putusan MK ini. Namun mereka mendorong pemerintah tidak merugikan lembaga pendidikan.
"Mengenai kesiapan anggaran, kami belum tahu persis. Tapi kami akan terus dorong agar kebijakan ini tidak merugikan pihak sekolah," paparnya.
Sementara Plt Asisten Setda DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat, Aris Eko Nugroho, mengungkapkan pelaksanaan putusan MK harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan keberagaman kondisi sekolah. Sebab jika Pemda harus mendanai dari APBD, maka kemungkinan tidak cukup.
"Kemampuan daerah terbatas, belum tentu bisa mendanai semua sekolah secara optimal," jelasnya.
Aris menambahkan, tidak semua sekolah swasta memiliki struktur biaya dan sumber daya yang sama. Karenanya pendekatan pendanaan juga tidak bisa disamaratakan.
Untuk itu pemerintah pusat diharapkan bisa segera merumuskan skema pendanaan yang komprehensif. Hal itu penting agar semangat konstitusi untuk pendidikan gratis tidak berujung pada penurunan mutu layanan.
"Terutama di sekolah swasta yang selama ini menjadi andalan masyarakat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Dana Pendidikan Dikorupsi? Polda DIY Periksa Kantor Disdik Gunungkidul, Sita Laptop & Dokumen
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan