Reti memaparkan bahwa yang membedakan SR dari sekolah reguler adalah keberadaan kurikulum asrama.
Sehingga pembelajaran tak hanya dilakukan saat waktu belajar mengajar saja.
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, ditambahkan Reti, siswa masih akan mengikuti program pembentukan karakter, keagamaan, dan pengembangan kecerdasan berbasis teknologi.
"Kita nanti fokusnya akan menjadi smart school. Fokus di bahasa internasional, artificial intelligence, dan karakter," ucap Reti.
Untuk menunjang kegiatan, fasilitas sekolah rakyat di Kalasan ini, meliputi tiga ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan asrama lengkap dengan perlengkapan pribadi siswa.
"Di asrama itu semua sudah disediakan, perlengkapan mandi, perlengkapan pribadi itu sudah ada. Untuk seragam sedang dalam proses pengiriman karena tersentral dari Jakarta," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- FC Twente Suntik Mati Karier Mees Hilgers: Dikasih 2 Pilihan Sulit
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
Pilihan
-
Aksi Demo Polisi Tumpah di Bali, Ratusan Ojol dan Mahasiswa Geruduk Polda Bali
-
UPDATE: Daftar Demo di Semua Kota dan Kabupaten di Indonesia 25-30 Agustus 2025
-
Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
-
Jurnalis Surabaya Jadi Korban Ricuh Demo di Depan Gedung Negara Grahadi
-
3 Rekomendasi HP Xiaomi Rp 2 Jutaan RAM 8 GB, Lebih Lancar Ngegame
Terkini
-
Pasca Ricuh Jogja Memanggil: Kondisi Terkini di Sekitar Polda DIY, Jalanan Dibuka, Aparat Istirahat
-
Detik-Detik Demo Jogja jelang Pagi: Sejumlah Korban Tumbang, Alami Sesak Napas Akibat Gas Air Mata
-
Sultan Turun Tangan! Minta Pendemo Dibebaskan & Demo Jogja Harus Santun
-
Beda Gaya Demonstran Jogja, Kawal Mobil Sultan Saat Aksi Membara di Polda DIY
-
'Demokratisasi Jangan Sampai Ada Kekerasan!' Pesan Tegas Sri Sultan di Tengah Aksi Jogja Memanggil