Sri Raharjo memberikan beberapa tips guna membedakan beras alami dan beras oplosan.
Hal itu bisa dilakukan melalui pengujian sederhana di rumah.
Mulai dari melihat dari ciri-ciri fisik seperti warna yang terlalu putih, aroma kimia, atau hasil tes air dan api dapat menjadi indikasi awal.
"Kalau beras direndam air lalu mengambang atau air berubah warna atau saat dibakar mengeluarkan bau plastik, maka patut dicurigai mengandung bahan berbahaya," ujar dia.
Selain itu masyarakat diimbau lebih waspada dalam memilih beras untuk dikonsumsi.
"Masyarakat bisa mulai dengan membeli beras berlabel SNI, dan sesekali mengganti asupan karbohidrat dengan sumber lain seperti umbi-umbian," pesannya.
Lebih dari itu, dia mendorong tentang pentingnya penguatan sistem pengawasan serta distribusi pangan untuk mencegah kasus beras oplosan berulang.
Salah satu upaya yang disarankan yakni melalui sertifikasi ketat di tingkat distributor, edukasi kepada pedagang dan konsumen, serta pemanfaatan teknologi pendeteksi cepat di pasar.
"Sanksi hukum saja tidak cukup, edukasi dan teknologi deteksi harus jadi bagian dari strategi pengawasan pangan kita," tegasnya.
Baca Juga: Rahasia Jogja Kurangi Sampah Hingga 70 Persen: Insentif Penggerobak jadi Kunci
Klaim Tak Ada Temuan di Jogja
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yuna Pancawati menyebut sementara ini tak ada temuan terkait dengan beras premium oplosan di wilayahnya.
Maupun juga beras oplosan dengan kandungan berbahaya.
Dua pasar besar di Kota Jogja yakni Prawirotaman dan Beringharjo pun sudah dicek dan dipastikan nihil beras oplosan premium.
Yuna juga memastikan bahwa kabar soal temuan beras oplosan di Gunungkidul pun tidak benar.
Pasalnya setelah dicek tidak ada bukti maupun indikasi beras oplosan yang beredar di pasaran wilayah Gunungkidul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata