SuaraJogja.id - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta memberikan remisi atau pengurangan masa pidana kepada tujuh anak binaan.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi tersebut dilakukan pada Rabu (tanggal HAN 2025) di LPKA Kelas II Yogyakarta yang berlokasi di Gunungkidul, DIY.
Kepala LPKA Yogyakarta, Sigit Sudarmono, menyatakan bahwa ketujuh anak binaan yang menerima remisi memperoleh Pengurangan Masa Pidana (PMP) I, yang berarti belum ada yang langsung bebas.
Masing-masing anak mendapatkan pemotongan masa tahanan selama satu bulan.
Pemberian remisi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, di mana anak binaan adalah mereka yang berusia minimal 14 tahun namun belum mencapai 18 tahun dan sedang menjalani masa pembinaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DIY, Lili, menyampaikan bahwa pemberian PMP pada Hari Anak Nasional adalah bentuk apresiasi negara kepada anak binaan yang menunjukkan perubahan sikap positif dan niat memperbaiki diri.
"Manfaatkan masa pembinaan ini sebagai waktu untuk introspeksi dan memperbaiki diri atas kesalahan di masa lalu," kata Lili dikutip Rabu (23/7/2025).
Ia juga berharap para anak binaan dapat kembali ke tengah keluarga dan menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HAN 2025, LPKA Yogyakarta juga mengadakan kegiatan khusus pertemuan anak binaan dengan orang tua, termasuk momen simbolis mencuci kaki orang tua sebagai wujud bakti dan penghormatan.
Baca Juga: Kemenkumham DIY Beri Remisi 7 Anak Binaan di Hari Anak Nasional 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Ini Kisah Mantri BRI Dampingi UMKM Talaud Tumbuh, Sampai Mampu Buka Lapangan Kerja
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Riset Doktor UNY Tawarkan Model Evaluasi Baru bagi Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah