"Kemudian satu hal lagi yang perlu kami sampaikan adalah dikatakan bahwa terjadi luka-luka lebam, masa almarhum bunuh diri dengan melukai tubuhnya dahulu menghajar tubuhnya dahulu sampai lebam," tandas Nicolay, menyuarakan keraguan keluarga.
Pihak keluarga bahkan memiliki bukti foto yang semakin memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan. Kondisi bibir jenazah yang bengkak atau 'nyonyor' menjadi salah satu bukti kunci yang mereka sodorkan.
"Dan ada beberapa bukti foto yang kami dapatkan dari keluarga almarhum. Kelihatan bibir mayat itu nyonyor. Nah ini kan perlu didalami sehingga tahu persis penyebab kematian itu," sambungnya.
Sebelumnya, Arya Daru Pangayunan ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dengan kondisi wajah tertutup plastik dan terlilit lakban.
Pihak kepolisian, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, menyimpulkan tidak ditemukan adanya unsur pidana dan menduga Arya meninggal karena bunuh diri.
Namun, kesimpulan ini ditolak mentah-mentah oleh pihak keluarga yang kini berjuang mencari keadilan dan mengungkap kebenaran di balik kematian tragis sang diplomat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana